AS Bombardir Venezuela dan Culik Maduro, Reaksi Dunia Menggema

Minggu 04 Jan 2026, 13:46 WIB
Donald Trump dan Nicolas Maduro (Sumber: Pinterest)

Donald Trump dan Nicolas Maduro (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 memicu guncangan besar dalam politik global.

Washington melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas strategis Venezuela dan menahan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya melalui operasi pasukan khusus Delta Force.

Maduro kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum.

Pemerintah AS menyebut langkah tersebut sebagai upaya penegakan keadilan internasional.

Baca Juga: Hukuman Pidana Hubungan Seks di Luar Nikah Berapa Tahun? Ini Isi Aturan KUHP Baru yang Berlaku Hari Ini 2 Januari 2025

Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyatakan Venezuela memasuki “fajar baru” setelah tumbangnya pemerintahan Maduro.

Menurutnya, penahanan itu menjadi penutup era kepemimpinan yang selama ini dituding otoriter dan sarat pelanggaran hukum.

Namun, pemerintah Venezuela membantah narasi tersebut dan mengecam keras tindakan AS.

Caracas menilai serangan itu sebagai agresi militer terbuka yang melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.

Baca Juga: Berapa Nominal Tunjangan Sertifikasi Guru Tahun 2026? Segini Jumlah yang Cair Bulanan

Pemerintah Maduro juga menyerukan solidaritas global untuk menolak apa yang disebutnya sebagai tindakan sepihak Amerika Serikat.

Amerika Latin Terbelah


Berita Terkait


News Update