POSKOTA.CO.ID - Operasi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026 memicu guncangan besar dalam politik global.
Washington melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas strategis Venezuela dan menahan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya melalui operasi pasukan khusus Delta Force.
Maduro kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi proses hukum.
Pemerintah AS menyebut langkah tersebut sebagai upaya penegakan keadilan internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyatakan Venezuela memasuki “fajar baru” setelah tumbangnya pemerintahan Maduro.
Menurutnya, penahanan itu menjadi penutup era kepemimpinan yang selama ini dituding otoriter dan sarat pelanggaran hukum.
Namun, pemerintah Venezuela membantah narasi tersebut dan mengecam keras tindakan AS.
Caracas menilai serangan itu sebagai agresi militer terbuka yang melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.
Baca Juga: Berapa Nominal Tunjangan Sertifikasi Guru Tahun 2026? Segini Jumlah yang Cair Bulanan
Pemerintah Maduro juga menyerukan solidaritas global untuk menolak apa yang disebutnya sebagai tindakan sepihak Amerika Serikat.
