Negara-negara Amerika Latin menunjukkan respons yang beragam. Kolombia, Kuba, Chile, Meksiko, Brasil, dan Uruguay secara tegas mengecam intervensi militer AS.
Mereka menekankan bahwa konflik politik Venezuela seharusnya diselesaikan melalui dialog nasional, bukan kekuatan senjata.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyebut aksi AS sebagai pengingat kelam sejarah campur tangan asing di Amerika Latin.
Baca Juga: Korlantas Polri Sebut Kasus Kecelakaan 2025 Turun 7 Persen
Ia memperingatkan bahwa pelanggaran hukum internasional berpotensi menciptakan kekacauan regional dan merusak prinsip multilateralisme.
Sebaliknya, Argentina, Panama, dan Ekuador menyampaikan pandangan berbeda.
Presiden Argentina Javier Milei menyebut jatuhnya Maduro sebagai “kabar baik bagi dunia bebas” dan mendorong agar hasil pemilu terakhir diakui.
Pandangan serupa disampaikan Panama dan Ekuador yang menilai momentum ini dapat membuka jalan transisi demokrasi di Venezuela.
Sikap Negara Besar Dunia
Dari luar kawasan, China, Rusia, dan Iran menyuarakan kecaman keras.
Beijing menuding Washington bersikap hegemonik dan melanggar kedaulatan negara lain.
Moskow memperingatkan risiko eskalasi konflik dan menegaskan Venezuela berhak menentukan masa depannya tanpa intervensi militer asing.
Baca Juga: Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026 Online dari Hp, Bisa Lewat Website Atau Aplikasi
