BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaruh ketahanan pangan sebagai program prioritas nasional. Namun, ketahanan pangan itu dinilai tak boleh hanya bergantung pada sektor darat.
Laut Indonesia justru disebut sebagai kekuatan besar yang harus dimaksimalkan.
Demikian diungkapkan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Kamis 8 Januari 2026.
Dia menegaskan, selain ketahanan pangan darat, sektor perikanan laut memiliki peran strategis dalam menopang kemandirian pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Khairun Nisya Orang Mana dan Umur Berapa? Terungkap Sosok Pramugari Gadungan Batik Air
"Arahan Presiden Prabowo yang menekankan kemandirian pangan sangat tepat. Ketahanan pangan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor darat. Laut Indonesia adalah kekuatan strategis yang harus dioptimalkan secara berkelanjutan," kata Prof. Achmad Tjachja saat ditemui Poskota di Bandung, Kamis 8 Januari 2026.
Menurutnya, pengelolaan laut yang optimal tak bisa dilepaskan dari ketersediaan data hidro-oseanografi yang akurat dan berkelanjutan. Dalam hal ini, peran Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dinilai sangat vital.
"Transportasi sumber daya alam dan aktivitas ekonomi di laut sangat bergantung pada peta laut yang akurat. Data dan peta laut terbitan Pushidrosal menjadi fondasi utama keselamatan pelayaran sekaligus efisiensi ekonomi maritim," ujarnya.
Dia mengungkapkan, jalur laut merupakan urat nadi perekonomian nasional. Aktivitas ekspor Indonesia melalui laut mencapai sekitar 6.000 ton, sementara impor melalui jalur laut berada di kisaran 2.600 ton.
"Ini menunjukkan laut bukan hanya sumber pangan, tapi juga tulang punggung ekonomi nasional," ucapnya.
