Tawuran Manggarai Tak Pernah Usai, Pengamat Ungkap Akar Masalahnya

Senin 05 Jan 2026, 21:36 WIB
Pasukan Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli dan kegiatan pengamanan untuk mengantisipasi potensi tawuran warga di wilayah Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 4 Januari 2026. (Sumber: Dok. Polda Metro Jaya)

Pasukan Brimob Polda Metro Jaya menggelar patroli dan kegiatan pengamanan untuk mengantisipasi potensi tawuran warga di wilayah Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 4 Januari 2026. (Sumber: Dok. Polda Metro Jaya)

Rissalwan mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan kreatif dengan insentif atau hadiah rutin, misalnya setiap bulan, untuk mendorong partisipasi anak muda.

"Setiap bulan akan diberikan hadiah misalnya katakan 1 juta untuk konten terbaik gitu ya. Nah, jadi konten terbaik untuk yang dari kampung satu yang satu dan kampung yang lainnya," ujar dia.

Menurutnya, anggaran kegiatan tersebut relatif kecil dibanding dampak sosial yang dihasilkan.

"Mau dibuat 5 juta per bulan juga saya kira enggak akan mahal tuh. Sebetulnya prinsipnya semua orang menang, ya. Sama kayak di kompetisi karate misalnya untuk kelas festival, sebetulnya semua yang hadir itu menang dapat piala gitu. Everybody happy gitu ya. Jadi menciptakan forum-forum yang everybody happy," ucap Rissalwan.

Baca Juga: Polisi Petakan Titik Rawan Tawuran, Warga Manggarai Minta Solusi Nyata

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru menyimpulkan adanya pihak tertentu yang menghasut tawuran. Menurutnya, konflik sering dipicu hal sepele akibat rapuhnya relasi sosial antarkelompok, terutama pada momen rawan seperti malam Tahun Baru.

"Dan menurut saya sih jangan terlalu gegabah juga Pak Gubernur menyampaikan kemarin di berita itu ya, 'Ini ada pihak-pihak yang menghasut'. Kalau menurut saya tidak, ya memang mereka itu rentan terhadap gesekan ya. Rentan ya dalam konteks interaksi sosial begitu ya," kata dia.

"Apalagi misalnya pas malam tahun baru, saya menduga itu ada mungkin bakar petasan enggak sengaja mungkin terarah ke kampung sebelah, terus dibilang 'Wah, yang sebelah nantang tuh' gitu," sambungnya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update