POSKOTA.CO.ID - Nama Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik sejak resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 8 September 2025.
Sosok yang dikenal dengan gaya bicara lugas dan blak-blakan ini kerap dijuluki sebagai pejabat bergaya “koboi” karena keberaniannya menyampaikan pandangan tanpa basa-basi, termasuk saat membahas isu-isu ekonomi sensitif.
Di balik gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos, Purbaya dikenal sebagai teknokrat dengan latar belakang akademik dan profesional yang kuat.
Sejumlah kebijakan strategis yang ia ambil, termasuk penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), memantik perdebatan luas di ruang publik sekaligus menunjukkan arah baru pengelolaan fiskal nasional.
Baca Juga: IHSG Tembus 9.000 Hari Ini 8 Januari 2026, Menkeu Purbaya Ungkap Faktor Pemicunya
Rekam Jejak dan Latar Belakang Pendidikan
Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964. Ia merupakan lulusan Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Karier profesionalnya dimulai di sektor perminyakan internasional sebagai Field Engineer di Schlumberger, sebuah perusahaan jasa energi global.
Pengalaman bekerja di industri dengan gaji tinggi namun waktu pribadi yang terbatas menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.
Dalam sebuah podcast yang ditayangkan di kanal YouTube Gita Wirjawan, Purbaya mengungkapkan bahwa keputusan melanjutkan studi lahir dari dorongan pribadi dan keluarga.
Ia kemudian beralih haluan dari dunia teknik ke bidang ekonomi dengan melanjutkan studi hingga meraih gelar Master dan Doktor Ekonomi. Keputusan tersebut sempat terasa berat, terutama pada tahun-tahun awal perkuliahan, karena harus beradaptasi dengan disiplin ilmu yang sangat berbeda.
Namun, ketekunan tersebut membuahkan hasil. Bekal akademik dan pengalaman lintas sektor membuat Purbaya dipercaya menempati berbagai posisi strategis, hingga akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Keuangan ke-31, menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang sebelumnya menjabat selama 14 tahun di tiga era pemerintahan.
