JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Memasuki awal tahun 2026, Jakarta kembali dihadapkan pada maraknya aksi tawuran di sejumlah wilayah.
Bentrokan antarkelompok dilaporkan terjadi sejak 1 Januari 2026, bertepatan dengan malam Tahun Baru.
Tawuran pecah di sejumlah titik rawan, di antaranya Manggarai, Klender, dan Ciracas, yang melibatkan kelompok remaja dan warga setempat.
Aksi kekerasan tersebut berlanjut keesokan harinya. Pada 2 Januari 2026, tawuran kembali terjadi di wilayah Manggarai dan sekitarnya, sehingga memicu keresahan masyarakat.
Merespons situasi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab utama terjadinya tawuran, khususnya yang kembali pecah di wilayah Manggarai.
Baca Juga: Camat Tebet Libatkan OPD dan Ormas Cegah Tawuran di Manggarai
Ia mengaku telah menerima laporan dari wali kota setempat, namun penjelasan rinci akan disampaikan oleh pihak wilayah.
"Ya kemarin Walikota sudah memberikan laporan. Memang kami ingin mendalami terlebih dahulu. Tetapi nanti secara spesifik saya minta untuk Pak Walikota yang menjelaskan," ucap Pramono di Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 5 Januari 2025.
Pramono juga menyinggung adanya dugaan pihak tertentu yang memicu atau membenturkan kelompok masyarakat hingga berujung tawuran.
"Dan dulu kan memang saya sudah kesana juga. kami menduga memang ada yang membenturkan," ujar Pramono.
Baca Juga: DPRD Jakarta Usul Pencabutan Bansos bagi Pelaku Tawuran, Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis
