Kriminolog Nilai Tawuran Manggarai Berpotensi Jadi Pengalihan Peredaran Narkoba

Senin 05 Jan 2026, 21:21 WIB
Warga beraktivitas di kawasan Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan, yang kerap menjadi lokasi rawan tawuran. (Sumber: Poskota | Foto: Pandi Ramedhan)

Warga beraktivitas di kawasan Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan, yang kerap menjadi lokasi rawan tawuran. (Sumber: Poskota | Foto: Pandi Ramedhan)

TEBET, POSKOTA.CO.ID – Kriminolog Reza Indragiri menilai asumsi bahwa tawuran di Manggarai, Jakarta Selatan, dijadikan sebagai pengalihan transaksi peredaran narkoba merupakan hal yang masuk akal.

"Karena di situ kan ada kantor polisi, markas Tentara, dan pemukiman warga tetap," kata Reza melalui pesan singkat, Senin, 5 Januari 2026.

"Itu semua semestinya membuat pelaku pidana berpikir ulang sebelum beraksi di sana," tambahnya.

Meski penindakan tegas berlaku, Reza beranggapan pelaku tawuran tetap nekat karena mempertimbangkan keuntungan dari hasil penjualan narkoba.

"Mereka juga sudah baca pola kerja kepolisian sebagai operasi yang sebatas berfokus pada tawurannya. Intelijen polisi 'tidak mampu' mengendus peredaran narkoba. Jadi, pengondisian bagi distribusi narkoba di sana--setidaknya--diduga masyarakat melibatkan polisi juga," kata Reza.

Baca Juga: Mengapa Tawuran Terus Terjadi di Terowongan Manggarai

Menurut Reza, pimpinan Polri harus turun tangan langsung jika ingin benar-benar memberantas persoalan tawuran sekaligus peredaran narkoba.

"Kapolda perlu turun langsung ke lapangan. Bentuk timsus agar celah-celah tadi bisa diatasi, sekaligus meringkus oknum yang main api di sana. Kapolres, Kapolsek, Kasatker Narkoba dikasih waktu satu bulan untuk bekerja sampai ke narkobanya, bukan hanya tawurannya. Jika gagal, ganti," ujarnya.

Reza juga mengaku pernah berbincang dengan salah satu tokoh atau ‘jagoan’ Manggarai bernama Sunarto. Dari obrolan tersebut, ia mendapatkan penjelasan bahwa tawuran kerap dijadikan sebagai pengalihan perhatian terhadap masuknya narkoba ke kawasan itu.

Di sisi lain, Reza menilai kawasan Manggarai kerap terlihat seperti wilayah tak bertuan, tanpa keteraturan yang jelas, sehingga kondisinya dinilai mengkhawatirkan.

"Sesuai Teori Jendela Pecah, situasi sedemikian rupa ditafsirkan sebagai lingkungan tempat orang boleh berbuat apa saja. Jadi 'wajar' kalau keonaran terjadi berulang di sana," tutup Reza.


Berita Terkait


News Update