Polisi Petakan Titik Rawan Tawuran, Warga Manggarai Minta Solusi Nyata

Senin 05 Jan 2026, 20:48 WIB
Situasi di bawah Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, sudah kondusif setelah terjadi tawuran antar kelompok warga, Jumat, 2 Januari 2026 sore. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

Situasi di bawah Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, sudah kondusif setelah terjadi tawuran antar kelompok warga, Jumat, 2 Januari 2026 sore. (Sumber: Poskota/Ali Mansur)

JATINEGARA, POSKOTA.CO.ID – Kepolisian mengklaim terus memperkuat langkah pencegahan tawuran yang kerap terjadi di sejumlah wilayah rawan, seperti Manggarai, Jakarta Selatan, dan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Upaya tersebut dilakukan menyusul aksi tawuran yang berulang pada awal 2026.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyebut kedua wilayah itu telah lama masuk peta kerawanan konflik, baik antarwarga maupun antarpelajar. Menurutnya, motif tawuran warga umumnya dipicu dendam lama, sementara pada pelajar berkaitan dengan pencarian jati diri dan eksistensi kelompok.

“Ini yang kemudian kami petakan. Ada segmen pelajar dan ada segmen warga. Penanganannya pun berbeda,” ujar Alfian kepada Poskota, Senin, 5 Januari 2026.

Baca Juga: Tawuran Pecah Dua Hari Awal 2026, Pramono Anung: Kami Duga Ada yang Membenturkan

Alfian menjelaskan, kepolisian menerapkan strategi preemtif dan preventif. Langkah preemtif dilakukan melalui pemantauan aktivitas digital, termasuk media sosial dan informasi intelijen, untuk mendeteksi potensi tawuran sejak dini.

“Sementara langkah preventif dilakukan lewat patroli rutin serta sinergi dengan sekolah, komite, dan keluarga pelajar,” kata Alfian.

Selain itu, kepolisian juga mengerahkan Tim Patroli Presisi (TP3) yang dibagi ke zona utara, tengah, dan selatan. Tim ini disiagakan untuk merespons cepat laporan masyarakat melalui layanan darurat 110.

“Kami bergerak bukan hanya untuk penindakan, tapi yang utama adalah melerai agar tidak sampai ada korban jiwa,” jelas Alfian.

Ia mencontohkan insiden tawuran yang sempat terjadi saat pergantian tahun di Pondok Kelapa. Meski penggunaan petasan telah dilarang, pelepasan petasan sempat memicu kericuhan dan tawuran singkat. Polisi yang bersiaga langsung turun tangan dan mengendalikan situasi dalam waktu sekitar 10 menit.

“Memang sempat membuat warga panik dan lalu lintas terganggu, tapi tidak ada korban jiwa dan aktivitas kembali normal,” terang Alfian.


Berita Terkait


News Update