JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di wilayah Ibu Kota.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya mobilitas penduduk pascalibur Natal dan Tahun Baru serta masuknya musim penghujan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K.
Dia menyebut alasan penyakit ini disebut Super Flu karena memiliki tingkat penularan yang relatif lebih cepat dibandingkan influenza musiman.
Baca Juga: Komisi B DPRD Kota Depok Susun Renja 2026, Rencanakan Kunjungan Kerja untuk Optimalisasi PAD
"Superflu yaitu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut SuperFlu karena penyebarannya yang relatif lebih cepat," ucap Ani kepada Poskota pada Minggu, 4 Januari 2025.
Ani mengatakan, virus ini mulai meningkat aktivitas penularannya sejak Agustus 2025 di seluruh dunia.
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," ujarnya.
Kendati demikian, Ani menegaskan bahwa warga Jakarta tetap harus waspada terhadap potensi penularan ISPA. Tingginya pergerakan masyarakat setelah libur panjang akhir tahun, ditambah dengan kondisi cuaca musim hujan dinilai dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit pernapasan.
"Warga Jakarta harus senantiasa waspada akan terjadinya potensi penularan penyakit ISPA, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur natal dan tahun baru serta sudah dimulainya musim penghujan," kata Ani.
