Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Bogor Turun 39 Persen, Polisi Minta Pemkab Benahi Titik Rawan

Minggu 04 Jan 2026, 14:34 WIB
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan angka kecelakaan di Kabupaten Bogor turun hingga 39 persen selama 2025. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan angka kecelakaan di Kabupaten Bogor turun hingga 39 persen selama 2025. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

CIBINONG, POSKOTA.CO.ID - Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan, tingkat kecelakaan lalu lintas dan korbannya, selama tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun.

Tercatat, pada tahu 2024, sebanyak 964 terjadi di wilayah Kabupaten Bogor dengan memakan korban meninggal dunia sebanyak 356 orang, 255 mengalami luka berat, 929 luka ringan dengan kerugian material mencapai Rp2,43 miliar.

Di tahun 2025, jumlah kecelakaan menurun, jadi 902 peristiwa dengan korban meninggal sebanyak 215 orang, luka berat 297 orang, dan luka ringan sehanyak 926 orang dengan kerugian material sebanyak Rp2,57 miliar.

"Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan penurunan fatalitas kecelakaan hingga 39,94 persen dibandingkan tahun 2024," kata Wikha dalam keterangannya, Minggu 4 Januari 2026.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Nataru, Ratusan Ribu Penumpang Padati Bandara Soetta 

Wikha melanjutkan, sejumlah titik rawan kecelakaan jadi sorotan serius pihaknya yakni di Jalan Raya Serpong-Gunung Sindur, serta Jalan Nasional II dan Jalur Puncak. Tercatat sebanyak 16 lokasi analisis kecelakaan yang menjadi fokus penanganan pada tahun 2025.

Polres Bogor telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi trouble spot, rawan kemacetan, hingga black spot atau titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Bogor

“Ada beberapa lokasi yang sudah kami petakan, baik itu lokasi trouble spot, rawan macet, maupun black spot atau rawan laka. Secara anatomi, rata-rata kondisi jalannya agak gelap, licin, serta rambu dan marka jalannya tidak layak,” ujar Wikha.

Dalam hal ini, kata Wikha, pihak ya meminta bantuan dari Pemkab Bogor untuk menindak lanjuti kondisi titik rawan kecelakaan agar segera mendapatkan perhatian khusus, supaya di tahun 2026 angka kecelakaan makin terkendali.

Baca Juga: Mobil Mazda CX-5 Terlibat Kecelakaan Beruntun, Berakhir Terserempet Kereta di Pademangan

“Sehingga titik-titik rawan kecelakaan yang disebabkan jalan gelap, tidak adanya PJU, serta minimnya marka jalan bisa diminimalisir,” ucapnya.

Pemasangan Lampu Masih Minim


Berita Terkait


News Update