"Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk senantiasa menjaga kesehatannya," sambungnya.
Berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia yang dirilis Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, SuperFlu diketahui telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025.
Virus tersebut terdeteksi di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ani mengungkapkan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Jakarta.
"Berdasarkan informasi tersebut, saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta," ungkap Ani.
Baca Juga: Diduga Mabuk Pengendara Sedan Tabrak Separator Busway hingga Terbakar
Sebagai langkah antisipasi, Ani mengatakan saat ini Dinkes DKI aktif menjalankan fungsi sentinel surveilans untuk kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas pada setiap kota administrasi serta satu rumah sakit rujukan.
"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta,” ungkapnya.
Selain itu, Ani mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta telah diinformasikan mengenai kewaspadaan terhadap SuperFlu, termasuk pengenalan gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif, khususnya pada kasus ISPA dan pneumonia.
"Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran SuperFlu, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama untuk kasus ISPA dan Pneumonia," ucapnya.
Ani juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk, serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah.
"Asupan nutrisi seimbang, minum air 2 liter sehari, istirahat cukup, olahraga teratur, segera ke faskes jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen <92 persen," katanya. (cr-4)
