Lebih lanjut, Hendra juga menyoroti peningkatan jumlah PHK dari tahun ke tahun ini dipengaruhi kebijakan internal masing-masing perusahaan.
Namun, berdasarkan tren yang ada, kebanyakan PHK ini terjadi di perusahaan padat karya sektor alas kaki, tekstil, dan garmen yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Yang kebanyakan melakukan PHK itu dari perusahaan industri sepatu, garmen dan tekstil," ujarnya.
Baca Juga: Rumah di Depok Disusupi 2 Biawak Kelaparan
Tren PHK ini terus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, terlebih industri padat karya menjadi salah satu penopang utama penyerapan tenaga kerja di Tangerang. (ver)
