Masuknya "kapitil" ke dalam KBBI bukanlah suatu kelangkaan. Badan Bahasa secara rutin memperkaya khazanah kosakata dengan menyerap kata-kata dari praktik tutur masyarakat.
Sebelumnya, kata seperti galgah (rasa segar di kerongkongan setelah minum) juga telah resmi diadopsi. Upaya ini bertujuan untuk menyediakan diksi yang lebih kaya dan akurat bagi penutur bahasa Indonesia.
Jadi, kapitil adalah istilah baku bahasa Indonesia yang berarti huruf kecil dan merupakan antonim dari kapital dalam konteks penulisan.
Kehadirannya dalam KBBI menegaskan bahwa bahasa adalah entitas yang hidup, terus tumbuh, dan dirawat melalui proses ilmiah yang saksama.
