Tompi Bela Gibran dari Candaan Pandji 'Mata Ngantuk': Ptosis Bukan Bahan Lelucon

Selasa 06 Jan 2026, 13:11 WIB
Pandji Pragiwaksono saat tampil Mens Rea yang menuai sorotan setelah menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tompi menilai kondisi tersebut merupakan ptosis, bukan sekadar tampilan “ngantuk”. (Sumber: Instagram)

Pandji Pragiwaksono saat tampil Mens Rea yang menuai sorotan setelah menyinggung kondisi mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tompi menilai kondisi tersebut merupakan ptosis, bukan sekadar tampilan “ngantuk”. (Sumber: Instagram)

"Sepanjang itu durasinya, yg lu bahas cuma bagian "ngantuk" nya? .. Damn" ujar @rai***

"Menurut keyakinan saya bentar lg jd stafsus perkulitan nih" ujar @riz***

"Aku ngerti maksud panji "ngantuk" tuh karena terlihat jelas "KOSONG" dan plenga plongo" ujar @r_ha***

Alih-alih menanggapi serius tudingan tersebut, Tompi memilih merespons dengan humor. Beberapa hari kemudian, ia mengunggah foto kebersamaannya dengan Gibran Rakabuming Raka, Melaney Ricardo, dan Iko Uwais. Dalam caption unggahan itu, Tompi menyelipkan candaan ringan.

“Komisaris atau Dirut Pertamina ya? Coba cocoknya apa @melaney_ricardo,” tulisnya.

Unggahan tersebut dinilai sebagai cara Tompi meredam ketegangan dengan pendekatan santai, sekaligus menegaskan bahwa sikapnya berangkat dari sudut pandang profesional, bukan kepentingan politik.

Baca Juga: 1.060 Personel Dikerahkan Kawal Aksi Demo Buruh di Monas Hari Ini

Apa Itu Ptosis? Penjelasan Medis

Secara medis, ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas terkulai, baik ringan maupun berat hingga menutupi sebagian pupil. Kondisi ini terjadi akibat gangguan pada otot levator, yaitu otot yang berfungsi mengangkat kelopak mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), ptosis dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dan bersifat kongenital (bawaan) atau didapat.

Pada anak-anak, ptosis kongenital biasanya disebabkan oleh kelainan perkembangan otot levator. Gejalanya antara lain kelopak mata tidak sejajar dan kebiasaan mendongakkan kepala atau mengangkat alis untuk memperbaiki penglihatan.

Sementara pada orang dewasa, ptosis involusional kerap terjadi akibat penuaan, cedera mata, atau efek samping prosedur medis tertentu. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat memengaruhi fungsi penglihatan dan kepercayaan diri penderitanya.

Bisakah Ptosis Diobati?

Mengutip Cleveland Clinic, penanganan ptosis bergantung pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Jika tidak mengganggu penglihatan atau penampilan, perawatan khusus mungkin tidak diperlukan. Namun, bila menimbulkan gangguan, tersedia beberapa opsi medis.

  • Penanganan umum meliputi:
  • Obat tetes mata untuk kasus tertentu pada orang dewasa
  • Tindakan pembedahan guna memperbaiki atau mempersingkat otot levator
  • Evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis mata, terutama pada anak-anak

Berita Terkait


News Update