Kondisi ini membuat televisi harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan perilaku audiens, termasuk dalam menentukan program unggulan.
Dugaan ketiga yang paling santer terdengar adalah masalah hak siar dan lisensi.
Indikasi tersebut mencuat setelah beberapa film layar lebar Doraemon justru ditayangkan oleh stasiun televisi kompetitor dalam beberapa waktu terakhir.
Terlepas dari berhentinya penayangan di televisi, Doraemon tetap menjadi karya monumental ciptaan Fujiko F. Fujio.
Kisah tentang persahabatan, tanggung jawab, dan penggunaan teknologi secara bijak yang dihadirkan melalui alat-alat ajaib Doraemon masih relevan hingga kini.
Bagi banyak penonton di Indonesia, Doraemon bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari memori kolektif yang menemani perjalanan masa kecil.
