Baca Juga: Digelar 2 Pekan, Ini Titik Operasi Patuh Jaya 2026 di Jakarta
Pentingnya edukasi ini juga disuarakan oleh Kapolda Metro Jaya yang menyoroti kebiasaan orang tua saat membonceng anak.
"Kadang-kadang membawa anak kecil nggak pakai helm, padahal saya yakin orang tua itu sayang sama anaknya. Tolong melalui edukasi kita bersama, sampaikan kepada warga masyarakat sejak dini bahwa aturan itu dibuat untuk kebutuhan, bukan untuk dilanggar," tegasnya.
Transparansi Petugas dan Kolaborasi Lintas Sektor Demi Keselamatan Bersama
Untuk memastikan pelaksanaan operasi di lapangan berjalan profesional dan bebas dari penyalahgunaan wewenang, Polda Metro Jaya memperketat pengawasan internal. Petugas di lapangan dilengkapi dengan kamera pengawas (body camera), dilibatkan jajaran Propam, serta penilangan manual konvensional dibatasi hanya bagi perwira atau petugas bersertifikasi yang telah ditunjuk.
Selain itu, keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026 didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektor. Personel gabungan dari TNI (Kodam Jaya), Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, hingga Satpol PP turut dikerahkan.
Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus
Kodam Jaya menerjunkan 80 personel untuk mendukung operasi sekaligus menertibkan internal anggota TNI, sementara Dishub DKI Jakarta mengarahkan 1.426 personel di 90 titik rawan kemacetan untuk memastikan kelancaran jalan raya.
Melalui kombinasi transparansi internal, kerja sama antar instansi, dan edukasi simpatik kepada publik, Operasi Patuh Jaya 2026 membuktikan bahwa ketertiban lalu lintas dapat diwujudkan dengan pendekatan yang mengayomi dan humanis. (m6)