JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hujan deras yang mengguyur Jakarta tak menyurutkan semangat ribuan demonstran yang menggelar aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Rabu, 28 Oktober 2026, malam WIB.
Sejumlah peserta aksi tampak bertahan di bawah hujan menggunakan payung. Mereka tetap berkumpul di sekitar Bundaran HI sambil menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan nasional, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Demonstrasi tersebut diikuti berbagai kelompok masyarakat, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Dalam aksi itu, massa menyuarakan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah berjalan selama dua tahun.
Situasi di Bundaran HI juga diwarnai aksi sejumlah demonstran yang menyalakan flare. Beberapa peserta bahkan terlihat naik ke pos polisi lalu lintas di tengah berlangsungnya demonstrasi, sementara massa lainnya terus bertahan menyampaikan aspirasi meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Baca Juga: Simbol Warna Hijau, Biru, dan Merah Muncul saat Demo 28 Oktober, Apa Maknanya?
"Inilah simbol Karhutla," teriak para demonstran sembari menunjuk flare di lokasi, Rabu, 28 Oktober 2026.
Aksi yang terus berlangsung hingga malam hari itu menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil pada peringatan Hari Sumpah Pemuda. Meski cuaca tidak bersahabat, massa masih bertahan di kawasan Bundaran HI untuk menyuarakan tuntutan mereka.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh anak buahnya untuk lebih mengedepankan pendekatan humansis dalam mengawal aksi demonstrasi. Ia juga menginstruksikan anak buahnya di lapangan untuk tidak bersikap kasar kepada peserta aksi.
"Kita tetap mengedepankan upaya yang humanis, tetap melakukan upaya preventif, preventif kepolisian, dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum,” ujarnya.
