TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Puluhan pemotor nekat menerobos trotoar demi menghindari razia petugas Satlantas Polresta Tangerang pada hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Maung 2026, Selasa, 27 Oktober 2026.
Tak hanya aksi kucing-kucingan pengendara dewasa, petugas juga menjaring sejumlah pelajar yang kedapatan berkendara tanpa helm keselamatan di lokasi penertiban.
Bukannya ditilang di tempat, pelajar yang melanggar tersebut dijatuhi sanksi edukatif berupa teguran lisan serta diminta menyanyikan lagu nasional "Garuda Pancasila" di depan petugas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan persuasif agar para pelajar memahami pentingnya keselamatan berkendara sejak dini.
Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, menjelaskan bahwa Operasi Patuh Maung 2026 digelar selama 14 hari, terhitung sejak Senin, 26 Oktober 2026 hingga Minggu, 8 Oktober 2026. Dalam pelaksanaannya, kepolisian lebih mengedepankan tindakan pre-emptif dan preventif ketimbang penindakan hukum langsung.
Baca Juga: Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus
"Sesuai arahan, porsi kegiatan ini terdiri dari 30 persen tindakan pre-emptif, 50 persen preventif, dan 20 persen sisanya adalah tindakan represif," ujar Fery saat dikonfirmasi Poskota, Selasa.
Fery menegaskan, selama operasi berlangsung, Satlantas Polresta Tangerang tidak menerapkan sistem tilang manual. Seluruh penegakan hukum disandarkan pada teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik melalui kamera statis maupun perangkat handheld yang dibawa personel di lapangan. Penindakan diprioritaskan bagi jenis pelanggaran yang berpotensi tinggi memicu kecelakaan fatal.
Berdasarkan evaluasi hingga hari kedua, jenis pelanggaran lalu lintas di wilayah Tangerang masih didominasi oleh pengendara yang melawan arus dan tidak memakai helm berstandar SNI.
Untuk saat ini, para pelanggar tersebut mayoritas masih diberikan sanksi berupa teguran tertulis maupun lisan.
Melalui operasi ini, kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Operasi Patuh Maung 2026 sebagai momentum meningkatkan kesadaran akan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
