Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Sasar Pengendara Terobos Lampu Merah hingga Lawan Arus

Selasa 27 Okt 2026, 11:06 WIB
Operasi Patuh Jaya 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)
Operasi Patuh Jaya 2026. (Sumber: Dok. Istimewa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 selama dua pekan hingga 8 November 2026. Dengan menerjunkan 2.938 personel gabungan, operasi penertiban lalu lintas ini menyasar berbagai pelanggaran yang membahayakan keselamatan, khususnya pengendara yang menerobos lampu merah hingga melawan arus di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Fokus Utama dan Jenis Pelanggaran Target 

Penindakan dalam operasi ini menyasar berbagai bentuk pelanggaran lalu lintas yang meresahkan dan berpotensi tinggi membahayakan keselamatan pengguna jalan, mulai dari tidak menggunakan helm berstandar SNI, menerobos lampu merah, berkendara melawan arus, melaju dengan kecepatan sangat tinggi, hingga membawa muatan berlebihan.

"Dimulai dari yang kasat mata ya, dari kasat mata itu tidak memakai helm, melawan arus, kemudian muatan yang berlebihan, kecepatan yang sangat tinggi, menerobos lampu merah," kata Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto pada awak media, dikutip Poskota, Selasa, 27 Oktober 2026.

Dadang menegaskan pelaksanaan kegiatan ini tidak semata-mata berfokus pada penindakan hukum, melainkan menekankan aspek preventif serta edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, Operasi Patuh Jaya mengedepankan edukasi dan pencegahan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Daftar 11 Pelanggaran Operasi Patuh Jaya 2026 yang Kena Tilang

Kesiapan dan Sinergi Personel Gabungan 

Ia mengungkapkan seluruh kekuatan dan kolaborasi lintas instansi telah disiapkan secara matang guna memastikan efektivitas penertiban di lapangan.

"Gelar pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 tadi sudah saya sampaikan mulainya dan berakhirnya, serta jumlah kekuatan ya, itu sudah ditetapkan. Tentu ini bekerja sama dengan seluruh stakeholder yang ada di sini, dari TNI, dari Pemda ya, dari Dinas Perhubungan," ujarnya.

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari para pengguna jalan. Pelanggaran lalu lintas yang kerap dianggap sepele sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan yang membawa dampak fatal, baik kerugian materiil maupun hilangnya nyawa.

"Kita mengharapkan dengan adanya operasi patuh ini, masyarakat sadar bahwa berlalu lintas itu hal yang sangat serius karena dapat mengakibatkan kejadian yang fatal mulai dari kehilangan harta benda ya, rusak kendaraannya, dan lain sebagainya, sampai kehilangan nyawa," ucapnya.

Baca Juga: 4 Titik Lokasi Razia Operasi Patuh Lodaya 2026 Kota Bogor, Waspadai ETLE

Polda Metro Jaya berharap melalui Operasi Patuh Jaya 2026 ini, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan serta mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya. (m6)


Berita Terkait


News Update