LUMAJANG, POSKOTA.CO.ID - Seorang pelajar tabrak polisi wanita (polwan) saat pelaksanaan operasi patuh di Lumajang. Peristiwa ini terjadi diduga karena pelaku panik motornya akan dirazia dan mencoba untuk menghindarinya.
Dikutip dari akun Instagram @radarjemberdigital, peristiwa diketahui terjadi pada Senin, 26 Oktober 2026 saat pelaksanaan Operasi Patuh Semeru di kawasan alun-alun Lumajang, tepatnya di depan Markas Komando (Mako) Polres Lumajang.
Seorang pelajar laki-laki yang duduk di bangku SMA ini mengendarai sepeda motor Yamaha R15 berwarna biru yang diduga tanpa pelat nomor dan menggunakan knalpot bising.
Kepolisian mengatakan pengendara tersebut melaju dari arah Pendopo Arya Wiraraja menuju Tugu Adipura. Polisi yang sedang melaksanakan tugas mencoba untuk menghentikan kendaraan, tetapi pengendara diduga malah melaju kencang hingga akhirnya menabrak seorang polwan hingga tersungkur.
Baca Juga: Hindari Razia Operasi Patuh Maung 2026, Puluhan Pemotor di Tangerang Nekat Terobos Trotoar
Kondisi Polwan dan Status Pemeriksaan Pelajar
Polwan yang menjadi korban tabrak ini adalah Aiptu Rima Mayangga Rivasari yang dalam peristiwa sedang menjalankan tugasnya di lokasi.
“Untuk yang tadi karena dihentikan, tapi tetap gas ya sehingga ada korban dari petugas. Tapi sudah kami cek, petugas tidak apa-apa. Untuk kendaraan nanti kami cek dulu nomor rangka dan nomor mesinnya. Untuk pelaku nanti kita periksa dulu”, kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dheta Aulia Astarika.
Dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa motor pengendara tidak dilengkapi kaca spion dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi standar. Pelajar tersebut juga dikatakan mengalami kepanikan karena melihat razia hingga kehilangan kendali atas kendaraannya.
Setelah proses pemeriksaan, sepeda motor yang tidak sesuai standar diamankan untuk ditindaklanjuti lebih jauh pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Sementara itu, Aiptu Rima memutuskan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan syarat pelajar tersebut datang bersama orang tua untuk mengakui kesalahannya dan memberikan permohonan maaf.
Baca Juga: 2.888 Pelanggaran di Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2026, Ganjil Genap Paling Banyak
Polres Lumajang juga mengimbau agar para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya apalagi jika berurusan dengan penggunaan kendaraan. Hal ini tentu menjadi edukasi bagi keselamatan berkendara dan kepatuhan lalu lintas. (M5)
