CREA Perkirakan 3.560 Kematian Imbas Asap Karhutla di Indonesia

Rabu 04 Nov 2026, 07:39 WIB
Media Al Jazeera memberitakan temuan CREA mengenai perkiraan kematian akibat karhutla di Indonesia (Dok. Instagram/aljazeera)
Media Al Jazeera memberitakan temuan CREA mengenai perkiraan kematian akibat karhutla di Indonesia (Dok. Instagram/aljazeera)

POSKOTA.CO.ID - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia diperkirakan mengakibatkan 3.560 kematian. Angka tersebut berasal dari laporan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) yang merupakan lembaga riset kualitas udara yang berada di Helsinki, Finlandia.

Temuan CREA Viral Usai Diberitakan Al Jazeera

Al Jazeera merupakan media berita internasional yang berada di Doha, Qatar. Temuan CREA mengenai karhutla Indonesia viral dan mendapat perhatian internasional setelah Al Jazeera mengunggah pemberitaan mengenai persoalan tersebut.

Dikutip dari akun resmi @aljazeera, sebuah berita yang merujuk pada kematian disebabkan karhutla dari laporan CREA selama September 2026.

“Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA) mengungkapkan bahwa sekitar 3.560 orang telah meninggal di Indonesia akibat memburuknya kualitas udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan, dua kali lipat dari perkiraan yang tercatat bulan lalu,” tulis Al Jazeera.

Baca Juga: Usut Karhutla, Polri Jerat 20 Korporasi Termasuk Perusahaan Asal Malaysia hingga Korea Selatan

CREA Perkirakan Jumlah Kematian Akibat Karhutla pada September 2026

Laporan CREA menyatakan perkiraan kematian akibat polusi udara pada bulan September 2026 naik hingga 42 persen dari bulan sebelumnya. Perkiraan kematian dikaitkan dengan dua faktor utama yaitu asap dari kebakaran hutan dan lahan serta polusi dari perkotaan dan emisi industri.

Angka kematian dihitung berdasarkan perkiraan dampak paparan partikel halus PM2.5. Asap karhutla diperkirakan menyumbang 94-99 persen polusi udara di Kalimantan dan 80 persen di beberapa provinsi di Sumatera, sedangkan di pulau Jawa, polusi udara dominan terkait dengan perkotaan dan industri.

Pada September 2026, sebanyak 58 juta masyarakat Indonesia diperkirakan terpapar udara tidak sehat atau udara berbahaya. Rata-rata 34,5 juta menghirup udara tercemar setiap hari.

Baca Juga: 5.859 Hektare Lahan Terbakar, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Orang Tersangka Karhutla

Jumlah terpapar kualitas udara buruk meningkat tiga kali lipat menjadi 6,4 juta dari 2,8 juta di Kalimantan selama September. Tingkat PM2.5 polusi nasional rata-rata 36 mikrogram/M³.

Dengan demikian, angka 3.560 merupakan perkiraan kematian yang berkaitan dengan polusi udara akibat karhutla berdasarkan sebuah riset, bukan merupakan hasil pendataan pasti nama dan identitas orang yang meninggal. (M5)


Berita Terkait


News Update