POSKOTA.CO.ID - Dugaan penyadapan terhadap telepon seluler Presiden Prabowo Subianto dinilai berpotensi memicu ketegangan politik di tingkat elite nasional. Persoalan tersebut bahkan disebut dapat memperlebar keretakan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Analis politik dan kebijakan publik, Adib Miftahul, menilai dugaan penyadapan terhadap kepala negara bukan sekadar persoalan tindak pidana biasa. Menurutnya, tindakan tersebut menyangkut kedaulatan informasi, kehormatan, serta keamanan institusi kepresidenan.
"Penyadapan yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan hukum, apalagi ini kepada Presiden Republik Indonesia, simbol negara. Bukan sekadar pidana biasa menurut saya. Ini sebuah pengkhianatan terhadap kedaulatan informasi, kedaulatan lambang negara yaitu Presiden," ujar Adib kepada Poskota, Selasa, 3 November 2026.
Karena itu, Adib meminta Polri mengusut dugaan penyadapan tersebut secara transparan dan menyeluruh. Dia menilai penyidik perlu mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk siapa yang memberikan perintah dan bagaimana aktivitas penyadapan terhadap Presiden bisa dilakukan.
Baca Juga: Skandal Penyadapan Presiden Prabowo Subianto, Listyo Sigit dan 2 Perwira Polri Ditetapkan Tersangka
Menurutnya, keterbukaan dalam proses penyidikan penting untuk memastikan perkara tersebut benar-benar ditangani sebagai penegakan hukum, bukan menjadi instrumen kepentingan kelompok atau pertarungan politik tertentu.
"Dengan begitu, ketika dibuka secara gamblang, ini murni penegakan hukum, bukan sandera-sanderaan politik," ucap Adib.
Dugaan Penyadapan Prabowo Dinilai Bisa Perlebar Keretakan dengan Jokowi
Lebih lanjut, Adib menilai perkara dugaan penyadapan tersebut berpotensi memperbesar keretakan hubungan politik antara Prabowo dan Jokowi.
Menurutnya, munculnya dugaan penyadapan terhadap nomor telepon Presiden dapat memunculkan pertanyaan mengenai siapa pihak yang berada di balik tindakan tersebut dan apa motif yang melatarbelakanginya.
Baca Juga: Profil Listyo Sigit Prabowo, dari Ajudan Jokowi hingga Terseret Kasus Penyadapan
Adib menilai Prabowo memiliki alasan untuk mempertanyakan keberanian pihak-pihak yang diduga melakukan penyadapan, terlebih apabila tindakan tersebut melibatkan orang-orang yang seharusnya bekerja berdasarkan garis komando.
