JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menindaklanjuti arahan Kapolri Suyudi Ario Seto terkait penanganan dan penataan kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengonfirmasi bahwa jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jakarta Utara bersama aparat Polda Metro Jaya dan TNI telah turun langsung ke lokasi untuk mengawal proses penataan.
“Forkopimda Jakarta Utara bersama dengan Polda, TNI, dan seluruh unsur yang ada sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti apa yang menjadi arahan dari Bapak Kapolri,” ujar Pramono saat menghadiri The 46th CityNet Executive Committee Meeting di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2026.
Pramono menegaskan, dirinya telah mengeluarkan instruksi khusus agar penanganan kawasan rawan narkoba tersebut tidak berhenti pada penindakan hukum semata, melainkan berlanjut pada penataan lingkungan yang komprehensif.
Baca Juga: Angkat Masalah Sampah di Forum CityNet, Pramono Anung Rencanakan Bangun 3 PLTSa
“Saya juga memerintahkan langsung untuk hal tersebut (tindak lanjut di lapangan),” tegasnya.
Langkah responsif Pemprov DKI dan Forkopimda ini merupakan buntut dari penggerebekan masif yang digelar tim gabungan pada Minggu, 1 November 2026.
Operasi serentak yang melibatkan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, hingga Korps Brimob itu berhasil menyergap benteng peredaran gelap narkoba dari berbagai titik masuk.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 27 orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan narkotika. Selain menangkap para tersangka, tim gabungan menyita berbagai barang bukti bernilai rakitan tinggi, seperti sabu, ganja, alat isap (bong), senjata tajam, hingga alat pembuat atau pencetak ekstasi. Hingga saat ini, kepolisian masih terus memburu sejumlah bandar yang berupaya melarikan diri. (M3)
