Tiga Orang Penambang Ilegal di Area Tambang PT Antam Belum Ditemukan, Tim SAR Hentikan Pencarian 

Rabu 21 Jan 2026, 15:03 WIB
Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna mengatakan bahwa pencarian penambang ilegal di area PT Antam dihentikan sementara. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna mengatakan bahwa pencarian penambang ilegal di area PT Antam dihentikan sementara. (Sumber: Poskota/Giffar Rivana)

CIBINONG, POSKOTA.CO.ID - Pencarian penambang emas ilegal di lubang tambang yang masuk dalam area PT Aneka Tambang (Antam) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, dihentikan sementara oleh pihak Badan SAR Nasional (Basarnas).

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna mengatakan sebelum pencarian dihentikan, pihaknya bersama Basarnas, BPBD, Damkar juga tim rescue PT Antam telah melakukan pencarian pada Selasa, 20 Januari 2026.

Tim pencari mulai memasuki lubang galian ilegal itu sejak pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Dari video yang diambil, lalu ditunjukkan kepada korban selamat kepulan asap tebal di lubang tambang tersebut, membenarkan bahwa tempat yang didatangi Basarnas adalah lokasi mereka terjebak.

"Video yang menurut keterangan dari pada orang yang selamat kemarin, memang betul disitu namun seluruh korban tidak ditemukan di lokasi yang diduga ada korban," kata Ucup saat dikonfirmasi Poskota pada Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

"Kemudian, jam 18.00 tim gabungan Polres Polda dan Tim SAR, Antam, untuk sementara pencarian dihentikan," sambungnya.

Posko Kemanusiaan Tetap Dibuka

Walau pencarian dihentikan, Polsek Nanggung tetap membuka posko kemanusiaan untuk warga yang ingin melaporkan keluarganya dalam tragedi tambang ilegal tersebut.

"Kalau tadi malam dari SAR, memutuskan untuk pencarian sementara dihentikan dan itu sudah keluarganya sudah menerima," jelas Ucup.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini masih ada tiga orang penambang ilegal yang terjebak di lubang galian tersebut. Namun, kondisi dan keberadaannya masih belum bisa terkonfirmasi.

Baca Juga: Viral Jadwal Persib Bandung vs Manchester United 2025 Tersebar di TikTok, Ini Rangkuman Faktanya

"Kalau menurut informasi dari warga itu tiga katanya, tapi masih simpang siur," ucapnya.

Sebelumnya, lima orang penambang liar tewas dalam insiden kepulan asap yang terjadi di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Tiga dari lima orang tersebut merupakan warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Dua ditemukan pada Minggu, 18 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, lalu satunya lagi ditemukan pada Senin, 19 Januari 2026 dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Sementara dua sisanya merupakan warga Desa Malasari, Kecamatan Nanggung. Kedua korban itu, dievakuasi secara mandiri oleh warga.

Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing

Sebagai informasi, kepulan asap tebal menenuhi tambang bawah tanah milik PT Antam pada Selasa, 13 Januari 2026 dini hari kemarin.

Kepulan asap itu, diduga diakibatkan dari aktivitas tambang ilegal yang kerap dilakukan warga sekitaran area tambang.

PT Antam sendiri, telah mengklarifikasi bahwa tidak ada korban jiwa dari penambang ataupun kontraktor Antam. Namun, korban akibat asap itu berjatuhan dari pihak warga yang melakukan aktivitas penambangan ilegal. (cr-6)


Berita Terkait


News Update