POSKOTA.CO.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup tajam sepanjang perdagangan 2–6 Maret 2026. Di tengah pelemahan pasar saham secara keseluruhan, sejumlah emiten justru mencatat lonjakan harga signifikan dan masuk daftar top gainers pekan ini.
Melansir dari data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG turun 7,89 persen ke level 7.585,68 pada penutupan pekan. Pada pekan sebelumnya, indeks acuan pasar modal Indonesia itu masih berada di posisi 8.235,48.
Penurunan tajam tersebut juga diikuti penyusutan kapitalisasi pasar. Nilai kapitalisasi saham di BEI turun 7,85 persen menjadi sekitar Rp13.627 triliun, dari posisi pekan sebelumnya yang mencapai Rp14.787 triliun.
Meski pasar berada dalam tekanan, beberapa saham tetap mencatat kinerja positif dengan kenaikan harga signifikan selama sepekan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Pajak THR Berlaku Adil, Ini Penjelasan untuk Karyawan Swasta dan ASN
IHSG Tertekan, Hampir Semua Sektor Saham Melemah
Koreksi IHSG pada pekan pertama Maret 2026 terjadi seiring pelemahan di hampir seluruh sektor saham. Penurunan paling dalam dialami sektor consumer cyclicals atau konsumsi siklikal.
Berikut rincian pelemahan sejumlah sektor saham di BEI:
- Consumer cyclicals turun 14,73 persen
- Transportasi dan logistik melemah 12,05 persen
- Basic materials turun 11,46 persen
- Sektor industri terkoreksi 11,09 persen
- Infrastruktur melemah 9,32 persen
- Properti dan real estate turun 8,97 persen
- Teknologi melemah 8,27 persen
- Consumer non-cyclicals turun 6,82 persen
- Keuangan melemah 5,46 persen
- Energi turun 5,02 persen
- Kesehatan terkoreksi 4,33 persen
Koreksi tersebut menandakan tekanan pasar terjadi secara luas dan tidak hanya pada sektor tertentu.
10 Saham Top Gainers di Tengah Koreksi IHSG
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham justru mencatat lonjakan harga signifikan. Kenaikan ini menjadikan mereka sebagai top gainers dalam perdagangan sepekan di BEI.
1. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
Saham IFSH mencatat kenaikan paling tinggi selama sepekan. Harga sahamnya melonjak 81,56 persen menjadi Rp3.250 per saham, dari posisi Rp1.790 pada pekan sebelumnya.
2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
Saham ESSA menguat 19,38 persen menjadi Rp770 per saham, dibandingkan Rp645 per saham pada pekan sebelumnya.
