Sebelum Gejolak Venezuela, Purbaya Nilai Kebijakan Trump Lebih Terukur dari Dugaan

Kamis 08 Jan 2026, 15:39 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan konferensi pers realisasi APBN 2025 di Jakarta, menjelaskan respons pemerintah terhadap kebijakan tarif AS dan dinamika geopolitik global. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan konferensi pers realisasi APBN 2025 di Jakarta, menjelaskan respons pemerintah terhadap kebijakan tarif AS dan dinamika geopolitik global. (Sumber: Dok/Kementrian Keuangan)

Meskipun kebijakan tarif AS sempat menimbulkan gejolak, pasar keuangan Indonesia kemudian menunjukkan ketahanan. Data indikator ekonomi menunjukkan bahwa perekonomian domestik tetap stabil meski ada tekanan eksternal. Purbaya mencatat perbaikan sentimen pasar setelah tekanan awal mereda.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa: Stimulus Fiskal Dipertahankan untuk Redam Pelemahan Ekonomi

Permintaan investor terhadap aset domestik tetap kuat, sementara kurs rupiah menunjukkan tren stabil di tengah dinamika global yang terjadi sejak pengumuman tarif. Hal ini menggambarkan ketahanan pasar keuangan Indonesia menghadapi tantangan global.

Pandangan Purbaya atas Penangkapan Presiden Venezuela

Dalam sesi konferensi pers yang sama, Purbaya juga menyampaikan keprihatinannya terhadap operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan Amerika Serikat yang terjadi awal Januari 2026.

“Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat. PBB-nya lemah sekarang,” kata Purbaya menanggapi pertanyaan wartawan mengenai penangkapan Maduro.

Purbaya menyatakan bahwa tindakan tersebut memperlihatkan tantangan besar dalam penegakan hukum internasional dan peran lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai mekanisme pengawas global.

Meskipun demikian, ia menilai dampak langsung konflik AS–Venezuela terhadap perekonomian Indonesia relatif terbatas, terutama karena keterlibatan Venezuela di pasar minyak global sudah menurun dan tidak signifikan lagi.

Baca Juga: Gaji PNS Naik 2026? Menkeu Purbaya Beri Sinyal Ini

Implikasi Kebijakan Global Terhadap Hubungan Ekonomi Indonesia

Pernyataan Purbaya memberikan gambaran bagaimana Indonesia merespons kebijakan perdagangan global dan dinamika geopolitik yang kompleks.

Diplomasi ekonomi dan keterlibatan dalam negosiasi dipandang sebagai instrumen penting untuk mengarahkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

Selain itu, penguatan dialog antara pemerintah dan pelaku pasar global memungkinkan Indonesia mempertahankan stabilitas ekonomi domestik dan memitigasi risiko eksternal, sekaligus membuka peluang ekspansi dalam rantai nilai global.

Berikut adalah beberapa istilah kunci yang relevan untuk pencarian informasi lebih lanjut:

  • Dampak tarif resiprokal AS 2025 terhadap ekonomi global
  • Negosiasi perdagangan Indonesia – AS
  • Penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat
  • Stabilitas IHSG dan nilai tukar rupiah 2025
  • Peran PBB dalam sengketa internasional
  • Kebijakan fiskal Indonesia di tengah gejolak global

Berita Terkait


News Update