Hasil Visum Sebut Pilot asal AS di Papua Ditembak dari Jarak Sangat Dekat

Sabtu 04 Jul 2026, 17:31 WIB
Konferensi pers terkait kasus penembakan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, 29 tahun warga negara Amerika Serikat, di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan. (Sumber: Mabes Polri)
Konferensi pers terkait kasus penembakan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, 29 tahun warga negara Amerika Serikat, di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan. (Sumber: Mabes Polri)

POSKOTA.CO.ID – Fakta baru terungkap dalam kasus penembakan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin, 29 tahun warga negara Amerika Serikat, yang tewas dalam serangan di Lapangan Terbang Balinggama, Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis, 2 Juli 2026.

Hasil visum mengungkap korban ditembak dari jarak sangat dekat atau dengan moncong senjata menempel di wajahnya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, luka tembak masuk ditemukan di pipi kiri dengan karakteristik contact gunshot wound atau luka tembak tempel, yang menyebabkan kerusakan fatal pada bagian dasar tengkorak," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.

Yusuf menjelaskan, jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI sebelum menjalani pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Polda Papua sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

Baca Juga: Korban Penembakan Curanmor di Palmerah Pulih, Pelaku Masih Diburu

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang diperkuat radiologi, tim dokter menyatakan autopsi tidak diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat dipastikan melalui pemeriksaan luar.

"Mengapa tidak dilakukan autopsi, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi," jelas Yusuf.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Rommy Sebastian mengungkapkan, selain luka di kepala dan patah tulang rahang, tim forensik menemukan ciri khas luka tembak tempel.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa peluru dilepaskan dari jarak sangat dekat.

Baca Juga: Pelaku Penembakan Kantor KJU Citra Raya Diduga Komplotan Curanmor

"Ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit," kata Rommy.


Berita Terkait


News Update