Namun, pelaku tidak menghiraukan jawaban korban. HA lalu merangkul MA dan membawanya ke kamar utama dengan niat awal mengikat korban. Situasi berubah drastis ketika MA melakukan perlawanan.
“Korban melakukan perlawanan dengan menendang kemaluan pelaku sebanyak dua kali, serta mengenai lutut dan siku,” ungkap Kombes Dian.
Mendapat perlawanan, HA kemudian menusuk MA sebanyak 19 kali. Luka tusukan mengenai leher korban hingga memutus pembuluh nadi utama, serta dada kanan yang menembus paru-paru.
Setelah kejadian tersebut, pelaku sempat kembali mencoba membuka brankas sebelum akhirnya melarikan diri karena gagal. Total waktu kejadian berlangsung sekitar 25 menit, dari pukul 13.17 WIB hingga 13.42 WIB.
Penangkapan Pelaku dan Riwayat Kriminal
HA berhasil ditangkap pada Jumat, 2 Januari 2026, saat kembali melakukan aksi pencurian dengan membobol rumah mantan anggota DPRD Cilegon, Roisudin Sayuri.
Penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa HA merupakan spesialis pencurian rumah mewah yang telah beraksi di beberapa wilayah.
Baca Juga: Momen Libur Sekolah dan Nataru, Planetarium Jakarta Dikunjungi Lebih dari 5.500 Pengunjung
Motif Pembunuhan: Faktor Ekonomi dan Riwayat Kripto
Motif utama pembunuhan ini adalah faktor ekonomi, yang diperparah oleh kerugian besar akibat investasi kripto.
HA mengaku awalnya bermain kripto dengan modal sekitar Rp400 juta, yang merupakan tabungan bersama istrinya. Dari modal tersebut, pelaku sempat memperoleh keuntungan hingga Rp4 miliar. Namun, karena terus tergiur, HA akhirnya mengalami kerugian besar.
Pelaku kemudian terlilit utang, antara lain:
- Pinjaman bank sebesar Rp700 juta
- Pinjaman koperasi kantor Rp70 juta
- Pinjaman online Rp50 juta
“Yang bersangkutan melakukan aksinya karena motif ekonomi,” tegas Kombes Dian Setyawan.
Selain itu, pelaku juga mengaku telah divonis kanker stadium 3, sehingga membutuhkan biaya pengobatan yang besar. Kondisi tersebut semakin mendorong pelaku untuk melakukan pencurian.
