POSKOTA.CO.ID - Optimisme terhadap pasar modal Indonesia kembali menguat. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki ruang besar untuk melanjutkan tren kenaikan sepanjang tahun 2026, bahkan berpeluang menyentuh level 10.000.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah IHSG sempat menembus level 9.000 dalam perdagangan Kamis 8 Januari 2026, sebuah capaian yang dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Purbaya menilai, pergerakan IHSG bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan sinyal positif dari keyakinan pasar terhadap arah kebijakan dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Baca Juga: Viral Diduga Anak Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sindir Sri Mulyani Agen CIA, Kok Bisa?
IHSG Tembus 9.000 Jadi Sinyal Positif Pasar
Pada perdagangan Kamis pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 9.002,9 sekitar pukul 10.00 WIB. Meski kemudian ditutup melemah tipis di posisi 8.925,47, Purbaya menegaskan bahwa capaian tersebut tetap menjadi indikator penting bagi pasar.
Menurutnya, investor pasar modal bersifat forward looking atau melihat ke depan. Ketika mereka menilai prospek ekonomi membaik, maka aliran dana akan masuk ke pasar saham tanpa perlu banyak pernyataan optimistis dari pemerintah.
Purbaya menyebut, menembus level 9.000 bukanlah hal yang terjadi tanpa dasar. Ada kepercayaan yang terbentuk dari kondisi makroekonomi dan kebijakan yang dinilai berada di jalur yang tepat.
Baca Juga: Cerita Menkeu Baru, Purbaya Yudhi Sadewa yang Kaget Ditunjuk 3,5 Jam Sebelum Dilantik
Kepercayaan Investor Dorong Valuasi Saham Naik
Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menjelaskan, meningkatnya kepercayaan investor dipicu oleh implementasi nyata dari berbagai program pembangunan dan kebijakan ekonomi pemerintah.
Meski diakui belum sepenuhnya sempurna, arah pembangunan yang konsisten dinilai mampu memberikan gambaran positif terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan. Dampaknya, kinerja perusahaan-perusahaan tercatat di bursa berpotensi membaik, sehingga laba dan valuasi saham ikut meningkat.
Kondisi tersebut membuat investor enggan tertinggal untuk masuk ke pasar modal, karena melihat peluang keuntungan yang semakin terbuka.
