Pelaporan Pandji Pragiwaksono Malah Angkat Mens Rea ke Pencarian Teratas Google Trends, Ini Alasannya

Jumat 09 Jan 2026, 14:49 WIB
Ilustrasi pencarian Google Trends “Mens Rea” yang meningkat tajam setelah pelaporan, mencerminkan efek Streisand dalam ruang publik (Sumber: X/@ismailfahmi)

Ilustrasi pencarian Google Trends “Mens Rea” yang meningkat tajam setelah pelaporan, mencerminkan efek Streisand dalam ruang publik (Sumber: X/@ismailfahmi)

POSKOTA.CO.ID - Data Google Trends menunjukkan peningkatan signifikan volume pencarian kata kunci Mens Rea setelah adanya pelaporan ke kepolisian pada 8 Januari 2026.

Lonjakan ini bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan momentum ketika karya tersebut ramai dibicarakan usai ditonton di platform hiburan seperti Netflix.

Fenomena ini mengindikasikan pergeseran atensi publik. Jika sebelumnya Mens Rea diposisikan sebagai karya seni komedi khususnya stand-up comedy dengan muatan kritik sosial maka setelah pelaporan, perhatian publik bergeser ke aspek hukum dan kebebasan berekspresi.

Berdasarkan data Google Trends yang di lansir dari X akun @ismailfahmi ia menganalisis bahwa sebelum pelaporan, tingkat pencarian Mens Rea berada di kisaran 15–40 poin. Namun setelah laporan polisi masuk, angka tersebut melonjak hingga 57 poin, menandakan meningkatnya rasa ingin tahu publik secara luas.

Baca Juga: Sosok Rizki Abdul Rahman Wahid Alumni Mana? Ini Rekam Jejak dan Aktivitas Organisasi yang Laporkan Materi Mens Rea Pandji Pragiwaksono

Efek Streisand dalam Komunikasi Publik

Dalam kajian komunikasi publik, fenomena ini dikenal sebagai Efek Streisand, yaitu kondisi ketika upaya membungkam atau menghentikan suatu informasi justru membuat informasi tersebut semakin tersebar luas.

Sebagaimana dikemukakan dalam literatur komunikasi digital Streisand Effect, US Public Discourse Studies, “upaya membatasi akses terhadap suatu konten sering kali menghasilkan efek sebaliknya, yakni amplifikasi”

Pelaporan terhadap Mens Rea bertindak sebagai trigger atensi. Isu yang sebelumnya berada dalam lingkaran terbatas penonton stand-up comedy dan komunitas seni, mendadak masuk ke ruang publik nasional. Publik pun terdorong mencari jawaban atas pertanyaan “Apa sebenarnya isi Mens Rea hingga dilaporkan ke polisi?”

Dalam konteks budaya digital, kontroversi kerap berfungsi sebagai sarana distribusi paling efektif.

Dari Komedi ke Kritik Kekuasaan

Pelaporan tersebut secara langsung mengubah framing publik terhadap Mens Rea.

Sebelum pelaporan, karya ini dipersepsikan sebagai:

  • Pertunjukan stand-up comedy
  • Kritik sosial berbasis satire
  • Ekspresi seni individual

Berita Terkait


News Update