Dalam peristiwa tersebut, polisi mengamankan 16 orang pelaku yang mayoritas masih di bawah umur. Pihak kepolisian kemudian memanggil orang tua dan pihak sekolah untuk memberikan pembinaan.
“Untuk memberikan peringatan kepada mereka dan tentunya kami mencoba untuk ada Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa dicabut, pentingnya itu sebagai efek jera, yang diajukan kepada pemerintah dan sekolah,” tutur Alfian.
Baca Juga: Camat Tebet Libatkan OPD dan Ormas Cegah Tawuran di Manggarai
Sementara bagi pelaku dewasa yang terbukti membawa senjata tajam atau menimbulkan korban jiwa, Alfian menegaskan akan dilakukan proses hukum tegas. Dalam jangka panjang, Polres Metro Jakarta Timur mengusung konsep “Jaga Jakarta” dengan penguatan keamanan lingkungan dan kemitraan bersama masyarakat.
“Skema ini diharapkan mampu mempercepat alur informasi apabila muncul potensi gangguan kamtibmas,” kata Alfian.
Ia menyebut terdapat puluhan aliansi atau kelompok remaja di sejumlah wilayah, seperti Cakung. Untuk meredam konflik, kepolisian melakukan pendekatan kreatif melalui kegiatan positif, mulai dari lomba olahraga hingga aktivitas ekonomi kecil.
“Orang tua diwajibkan melaporkan apabila anak tidak berada di rumah hingga malam hari, yang kemudian akan diteruskan ke pihak kepolisian untuk dilakukan pencarian,” kata Alfian.
Menurut Alfian, langkah tersebut menunjukkan hasil. Data Polres Metro Jakarta Timur mencatat jumlah kasus tawuran menurun dari 165 kejadian pada 2023, menjadi 124 kasus pada 2024, dan kembali turun menjadi 98 kejadian sepanjang 2025.
“Korban luka masih ada, tapi alhamdulillah tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Harapan kami, ke depan angka ini terus menurun,” kata Alfian.
Warga Mengaku Jenuh
Di sisi lain, warga Tebet, khususnya kawasan Manggarai, menyuarakan kejenuhan atas aksi tawuran yang terus berulang. Meski berbagai upaya dilakukan, konflik antarkelompok dinilai belum kunjung tuntas.
Tokoh masyarakat Tebet, Syaifullah, 71 tahun, mengaku warga sudah lelah menghadapi persoalan yang sama dari tahun ke tahun. Menurutnya, tawuran di Manggarai, Tambak, dan Berlan merupakan konflik lama yang terus diwariskan.
Baca Juga: DPRD Jakarta Usul Pencabutan Bansos bagi Pelaku Tawuran, Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis
