DPRD Jakarta Usul Pencabutan Bansos bagi Pelaku Tawuran, Pemprov DKI Pilih Pendekatan Humanis

Senin 05 Jan 2026, 12:52 WIB
Ilustrasi tawuran di Jakarta. (Sumber: Freepik/@rawpixel-com)

Ilustrasi tawuran di Jakarta. (Sumber: Freepik/@rawpixel-com)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gelombang tawuran terjadi di beberapa titik wilayah Jakarta pada awal tahun 2026 hingga menuai sorotan dari eksekutif maupun legislatif.

Sekretaris Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian menyampaikan bahwa tawuran yang baru-baru ini terjadi di Manggarai, Klender, dan Ciracas  merupakan hasil dari ketidakperdulian keluarga dalam mendidik anak-anak atau anggota keluarganya agar tidak turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang negatif. 

“Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Oleh karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran,” ujar Justin kepada awak media pada Senin, 5 Januari 2025.

“Hingga saat ini, terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran,” sambungnya.

Baca Juga: Antisipasi Tawuran Berulang, Brimob Polda Metro Jaya Patroli di Wilayah Cipinang

Atas dasar itu, Justin meminta Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta untuk mengevaluasi atau mencabut bantuan sosial (bansos) masyarakat yang keluarganya menjadi pelaku tawuran. 

“Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas,” kata Justin

“Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta, sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik,” sambung dia. 

Kedepankan Pendekatan Humanis

Staf Khusus Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Merespon usulan pencabutan bansos bagi pelaku tawuran, Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Media dan Komunikasi Publik Chico Hakim mengungkapkan bahwa pihaknya menghormati berbagai masukan tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk menciptakan efek jera sekaligus mendorong tanggung jawab keluarga.

Baca Juga: Tawuran Remaja Pecah di Flyover Klender Saat Malam Tahun Baru 2026

"Kami menghormati masukan tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk menciptakan efek jera dan tanggung jawab keluarga," ungkap dia.


Berita Terkait


News Update