POSKOTA.CO.ID - Pasar otomotif Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang 2026. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil selama Januari hingga September 2026 mengalami peningkatan sebesar 21 persen secara wholesale atau distribusi kendaraan dari pabrik ke dealer.
Sementara itu, penjualan secara ritel atau dari dealer ke konsumen tumbuh 15,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional.
Namun, pertumbuhan pasar tidak hanya dapat dilihat dari angka penjualan, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan kebutuhan dan preferensi konsumen, terutama dari kalangan Milenial dan Generasi Z.
Kedua kelompok generasi tersebut memiliki pengaruh besar terhadap pasar otomotif karena jumlahnya hampir mencapai setengah dari total populasi Indonesia. Perubahan gaya hidup, kebutuhan mobilitas, hingga perkembangan teknologi turut membentuk pertimbangan mereka ketika memilih kendaraan.
Baca Juga: Masuk Tahun Kelima, PEVS 2026 Perkuat Peran sebagai Platform Industri Kendaraan Listrik Tanah Air
Melihat kondisi tersebut, Populix merilis laporan terbaru bertajuk “Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market”. Studi ini dilakukan terhadap 800 konsumen mobil kelas menengah ke atas yang telah memiliki kendaraan pribadi dan melakukan pembelian mobil dalam lima tahun terakhir.
Penelitian tersebut memberikan gambaran mengenai perilaku konsumen dalam menentukan pilihan kendaraan penumpang. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi jenis mobil, teknologi, desain, performa kendaraan, hingga kualitas layanan setelah pembelian.
Mobil Konvensional Masih Mendominasi, SUV dan MPV Jadi Pilihan Utama
Salah satu temuan menarik dari studi Populix adalah mobil konvensional yang masih mendominasi pasar kendaraan penumpang di Indonesia. Meski demikian, minat terhadap kendaraan elektrifikasi, khususnya mobil listrik dan hybrid, mulai menunjukkan perkembangan.
Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, menjelaskan bahwa satu dari lima responden mengaku tertarik untuk memiliki mobil listrik maupun hybrid. Ketertarikan tersebut terutama terlihat pada kelompok Milenial muda dan Gen Z dengan rentang usia 25 hingga 35 tahun.
“Mobil konvensional saat ini masih mendominasi pasar, meskipun mobil listrik mulai mendapatkan momentum,” ujar Susan.
Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kendaraan bermesin konvensional masih menjadi pilihan utama, konsumen mulai mempertimbangkan teknologi elektrifikasi sebagai alternatif kendaraan pribadi. Perkembangan tersebut juga memperlihatkan adanya peluang bagi produsen otomotif untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Dari sisi kategori kendaraan, Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih mendominasi pilihan konsumen. Kedua jenis mobil tersebut memiliki karakteristik yang dinilai sesuai untuk menunjang berbagai kebutuhan, baik aktivitas pekerjaan maupun mobilitas sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar responden menggunakan mobil untuk menunjang aktivitas pekerjaan. Intensitas penggunaannya mencapai rata-rata enam hari dalam seminggu, dengan jarak tempuh sekitar 17,6 kilometer setiap hari.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa mobil pribadi masih menjadi bagian penting dalam menunjang rutinitas masyarakat. Karena itu, faktor kenyamanan, keandalan mesin, efisiensi energi, serta kemudahan penggunaan menjadi pertimbangan yang tidak kalah penting dibandingkan desain maupun teknologi.
Baca Juga: Kia Puri dan Kia Serpong Resmi Dibuka, Targetkan 40 Dealer hingga Akhir 2026
Toyota, Hyundai, dan Daihatsu Unggul dalam Kepuasan Konsumen
Selain mengamati preferensi kendaraan, Populix juga mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap delapan merek mobil penumpang yang paling banyak dibeli dalam lima tahun terakhir.
Hasilnya menunjukkan Toyota, Hyundai, dan Daihatsu menempati tiga posisi teratas dalam hal kepuasan pelanggan. Penilaian tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang berkaitan dengan pengalaman pengguna selama memiliki kendaraan.
Setiap merek memiliki keunggulan yang berbeda di mata konsumen. Keandalan dan performa mesin menjadi aspek penting bagi pengguna Hyundai dan Mitsubishi. Sementara itu, kenyamanan berkendara menjadi salah satu keunggulan yang banyak diasosiasikan dengan Mitsubishi.
Dari sisi tampilan, desain modern dan menarik menjadi faktor yang mendapat perhatian dari pengguna Wuling, Hyundai, dan BYD. Adapun efisiensi energi menjadi keunggulan yang banyak diapresiasi oleh pengguna Suzuki dan Daihatsu.
Selain kualitas kendaraan, layanan purna jual juga menjadi bagian penting dalam membangun kepuasan pelanggan. Populix menemukan bahwa terdapat tiga aspek layanan yang paling diharapkan konsumen, yaitu kualitas pengerjaan servis, ketersediaan suku cadang, serta profesionalisme staf servis dalam menjelaskan permasalahan kendaraan.
Secara umum, ekspektasi tersebut dinilai telah dipenuhi oleh sejumlah merek otomotif terkemuka, seperti Toyota, Honda, dan Hyundai. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kepemilikan kendaraan tidak hanya ditentukan oleh produk yang dibeli, tetapi juga pelayanan yang diterima konsumen selama menggunakan mobil.
Baca Juga: Manjakan Pengunjung saat Akhir Pekan, PEVS 2026 Hadirkan Indoor Test Drive
Asosiasi Merek Berdasarkan Pendapat Konsumen
Dalam penelitian yang sama, Populix turut melakukan pemetaan asosiasi merek berdasarkan pendapat responden. Analisis tersebut mencakup tiga faktor utama, yakni produk, teknologi dan desain, serta nilai kepemilikan dan kepercayaan.
Hasilnya memperlihatkan bahwa setiap merek memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri dalam persepsi konsumen. Berikut delapan merek mobil beserta asosiasi yang paling menonjol:
1. BYD
- Dikenal inovatif dan dilengkapi teknologi mutakhir.
- Memiliki desain kendaraan premium.
2. Daihatsu
- Dikenal melalui layanan purna jual dan jaringan dealer yang luas.
- Memiliki garansi mesin serta program perawatan gratis dalam jangka panjang.
3. Honda
- Memiliki nilai jual kembali yang kompetitif dan tinggi.
- Dikenal dengan performa mesin yang kuat, mulai dari akselerasi, pengereman, pengendalian, hingga tenaga mesin.
4. Hyundai
- Diasosiasikan sebagai merek dengan paket lengkap dari sisi keamanan, kenyamanan, fitur, dan penggunaan.
- Memiliki desain premium.
- Dikenal melalui inovasi teknologi dan konektivitas.
5. Mitsubishi
- Dikenal memiliki kualitas kendaraan yang kuat dan solid.
- Menawarkan kenyamanan berkendara melalui suspensi yang baik, kabin senyap, dan stabilitas kendaraan.
6. Suzuki
- Memiliki layanan purna jual dan jaringan dealer yang luas.
- Menawarkan harga yang sesuai dengan kualitas kendaraan.
7. Toyota
- Memiliki nilai jual kembali yang kompetitif dan tinggi.
- Dikenal dengan performa mesin yang kuat, termasuk akselerasi, pengereman, pengendalian, dan tenaga mesin.
8. Wuling
- Dipandang sebagai salah satu pionir di segmen mobil listrik Indonesia.
Meski asosiasi yang terbentuk belum tentu sepenuhnya mencerminkan data konkret, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi produsen otomotif. Setiap merek perlu memastikan apakah keunggulan yang selama ini ditonjolkan sudah tersampaikan dengan baik kepada konsumen atau justru perlu disesuaikan untuk menjangkau lebih banyak pengguna.
Dengan semakin beragamnya pilihan kendaraan dan perubahan preferensi generasi muda, produsen otomotif dituntut untuk memahami kebutuhan pasar secara lebih mendalam.
Tidak hanya mengandalkan teknologi dan desain, kualitas produk, layanan purna jual, serta nilai kepemilikan juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli mobil.
