Atasi Masalah Sampah, Pemprov Jakarta Usulkan Tiga PLTSa Baru yang Mampu Olah Ribuan Ton Sampah per Hari

Kamis 12 Mar 2026, 20:33 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media mengenai PLTSa di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media mengenai PLTSa di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

Jumlah tersebut terdiri dari 2.000 ton sampah baru yang masuk setiap hari serta 1.000 ton sampah lama yang diambil dari timbunan di kawasan TPST Bantargebang.

“Kurang lebih 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru dan 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” ujarnya.

Sementara itu, fasilitas PLTSa di Tunjungan, Jakarta Utara akan memiliki kapasitas pengolahan sekitar 2.000 ton sampah per hari, yang seluruhnya berasal dari sampah baru.

Baca Juga: Pelajar Tewas di Jalan Matraman, Pramono Perintahkan Bina Marga DKI Segera Tutup Jalan Berlubang

“Kemudian untuk Tunjungan itu 2.000 ton per hari, semuanya adalah sampah baru,” jelasnya.

Adapun fasilitas di kawasan Sunter diproyeksikan mampu mengolah sekitar 2.500 ton sampah baru per hari melalui proyek ITF Sunter.

“Sedangkan untuk di Sunter, ITF Sunter kurang lebih 2.500 ton, semuanya adalah sampah baru,” tambahnya.

Pramono menuturkan, apabila seluruh fasilitas tersebut dapat beroperasi bersamaan dengan fasilitas pengolahan sampah lainnya, termasuk RDF Plant di Rorotan, maka kapasitas pengolahan sampah Jakarta akan meningkat signifikan.

Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen, Pramono Dorong Kebijakan Inklusif

Dengan beroperasinya PLTSa dan fasilitas RDF tersebut, Jakarta diperkirakan mampu mengolah sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah per hari.

“Maka dengan demikian untuk sampah di Jakarta kalau PLTS ini jalan dan Rorotan jalan, sudah kurang lebih 6.500 sampai 7.000 per hari sampah itu akan tertampung,” ujarnya.

Pengoperasian PLTSa juga diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah di TPST Bantargebang yang selama ini menjadi tempat pembuangan utama sampah dari Jakarta.


Berita Terkait


News Update