JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pihaknya akan secara resmi mengusulkan pembangunan tiga PLTSa kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.
Fasilitas tersebut direncanakan dibangun di Bantargebang, Tunjungan (Jakarta Utara), dan Sunter.
“Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), DKI Jakarta akan secara resmi mengusulkan tiga PLTSa,” ujar Pramono saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Pramono Minta Warga Tak Panic Buying, Stok Pangan Jakarta Dipastikan Aman Jelang Ramadhan
Tiga Lokasi PLTSa di Jakarta
Pramono menjelaskan, ketiga proyek PLTSa tersebut akan dibangun di beberapa titik strategis untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di ibu kota.
Lokasi pertama berada di Bantargebang, yang selama ini dikenal sebagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) utama Jakarta.
Lokasi kedua direncanakan di Tunjungan, Jakarta Utara, sementara lokasi ketiga berada di Sunter, yang sebelumnya telah dirancang sebagai proyek Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter.
“Yang pertama di Bantargebang, yang kedua di Tunjungan (Jakarta Utara), yang ketiga adalah di Sunter,” kata Pramono.
Baca Juga: Kasus Siram Air Keras ke Pelajar di Jakpus, Pramono Pastikan Pelaku Ditindak Tegas
Menurut Pramono, fasilitas PLTSa Bantargebang diproyeksikan mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah per hari.
