JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendorong kebijakan yang memprioritaskan inklusivitas di tengah pertumbunuhan ekonomi ibu kota sebesar 5,21 persen pada 2025.
"Kami akan terus mendorong kebijakan yang memprioritaskan inklusivitas, seperti peningkatan akses pendidikan berkualitas dan penciptaan lapangan kerja di sektor-sektor strategis, agar manfaat pertumbuhan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," kata Gubernur Jakarta, Pramono Anung dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 Februari 2026.
Angka pertumbuhan pada 2025 lebih besar daripada dengan ekonomi nasional sebanyak 5,11 persen. Akselerasi pertumbuhan terlihat jelas pada Triwulan IV-2025 yang didorong sektor jasa berbasis konsumsi, mobilitas, serta kinerja ekspor.
Dari sisi kesejahteraan masyarakat, tingkat kemiskinan di Jakarta berkurang 4,03 persen pada September 2025.
Baca Juga: Pramono Anung Tegas Tertibkan Atribut Parpol, Larang Pasang di Flyover dan Jalan Arteri
Di pasar tenaga kerja, pemulihan juga berlanjut dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 6,31 persen pada November 2025.
Namun, struktur penduduk bekerja masih didominasi lulusan SMA dan SMK, sedangkan porsi pekerja berpendidikan tinggi relatif terbatas.
Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta berkomitmen terus memantau dan mengimplementasikan strategi yang mendukung pertumbuhan inklusif.
"Termasuk penguatan sektor ekspor, peningkatan mobilitas, dan program pengentasan kemiskinan," ujarnya.
