Setiap hari sekitar 1.000 ton sampah lama di lokasi tersebut direncanakan akan diolah melalui fasilitas baru tersebut.
Baca Juga: Cegah Banjir dan Genangan, Pramono Ajak ASN hingga Warga Ikut Gerakan Jaga Jakarta Bersih Serentak
“Kemudian Bantargebang dikurangi setiap harinya 1.000 ton. Saya yakin ini juga akan mengurangi volume yang ada di Bantargebang,” kata Pramono.
Pramono berharap proses kerja sama untuk tahap kedua atau batch 2 dapat segera ditandatangani pada Mei atau Juni 2026.
Setelah penandatanganan dilakukan, pembangunan fasilitas PLTSa diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 bulan hingga dapat beroperasi.
“Mudah-mudahan pada bulan Mei atau Juni ini sudah bisa tanda tangan batch 2, kemudian pembangunan kurang lebih 15 sampai dengan 20 bulan,” ujarnya. (cr-4).
