JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT MRT Jakarta menargetkan pertambahan jumlah penumpang pada jalur Lebak Bulus-Bundaran HI pada 2026.
Adapun target itu digalakan seiring upaya penguatan layanan serta kelanjutan pembangunan MRT fase 2 arah kawasan utara Jakarta.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat menyampaikan, transportasi tersebut melayani 46,5 juta pelanggan pada 2025 atau rata-rata 127 orang per hari.
"Tahun 2025, MRT Jakarta berhasil melayani total pelanggan satu tahun (sebanyak) 46,5 juta pelanggan (atau) rata-rata perhari lebih dari 127.000 pelanggan," kata Tuhiyat kepada awak media, Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Tuhiyat mengatakan, pihaknya menargetkan 50 juta pelanggan atau 137 ribu penumpang per hari.
"Tahun 2026, kami bertekad untuk meningkatkan dari sebelumnya 127 menjadi 137 pelanggan per hari atau mendekati angka 50 juta pelanggan per tahun," ujarnya.
Kelanjutan Pembangunan MRT Fase 2A
Tuhiyat menjelaskan, target tersebut tidak lepas dari mandat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta kepada MRT Jakarta, termasuk kelanjutan pembangunan MRT fase 2 penghubung pusat kota hingga kawasan Kota Tua.
Progres pembangunan MRT fase 2A hingga 2025, khususnya untuk paket kontrak CP 202 mencapai 61 persen.
“Progres tahun 2025 untuk khususnya CP 202 itu 61 persen, sementara Stasiun Harmoni sendiri 56 persen," ucapnya.
Menurutnya, kawasan Harmoni akan dikembangkan sebagai pintu masuk utama MRT yang terintegrasi dengan moda transportasi lain. Pengembangan tersebut mencakup pembangunan entrance, cooling tower, dan ventilation tower di area Duta Merlin.
"Target operasi kami targetkan lanjut 2029 dari Harmoni sampai dengan Kota, sementara tahun 2027 lanjut dari Bundaran HI sampai Stasiun Monas," katanya.
Tuhiyat menyampaikan, gambaran umum Stasiun Harmoni sebagai salah sebuah stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Stasiun itu memiliki panjang 252 meter, dan lebar 18 meter dengan kedalaman 17 meter.
"Jumlah entrance (pintu masuk) ada tujuh. Sebelah barat dua, sebelah timur dua, dan di tengah terintegrasi dengan halte Transjakarta yang kami juga siapkan, itu ada tiga, terintegrasi," tuturnya. (cr-4)
