Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Siapkan 7 Langkah Jaga Pasokan dan Harga Pangan

Rabu 21 Jan 2026, 17:41 WIB
Ilustrasi harga sembako jelang Ramadan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi harga sembako jelang Ramadan. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan pokok jelang Ramadan 2026.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menekan potensi lonjakan inflasi pangan yang kerap terjadi sebelum puasa.

Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Nita Yulianis mengatakan, sejumlah langkah konkret untuk mengamankan pasokan dan stabilitas harga pangan di seluruh wilayah sudah disiapkan.

“Badan Pangan Nasional menjalankan tujuh aksi strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mulai dari pemantauan harga melalui Panel Harga Pangan hingga penguatan intervensi langsung di lapangan,” kata Nita dalam keterangannya, Rabu, 21 Januari 2026.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Nita menjelaskan, tujuh langkah tersebut meliputi pemantauan harga pangan yang diupdate setiap hari, pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

"Perpanjangan penyaluran SPHP Beras 2025 hingga 31 Januari 2026, serta proses pelaksanaan SPHP Beras 2026 dengan target 1,5 juta ton," ujarnya.

Selain itu, Bapanas menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan meningkatkan jumlah kios pangan.

"Dan menyalurkan SPHP Jagung 2026 sebanyak 500 ribu ton, serta mengusulkan pembentukan Satgas Pengawasan Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026," ucapnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan 2026 Ini Daftar Bansos yang Diprediksi Cair Awal Februari

Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas pangan tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah.


Berita Terkait


News Update