Isu Mati Listrik 7 Hari Ramai Dibahas, Masyarakat Perlu Tahu Langkah Berikut Ini!

Selasa 20 Jan 2026, 10:49 WIB
Ilustrasi isu mati listrik 7 hari (Sumber: Pixabay/Alexandra_Koch)

Ilustrasi isu mati listrik 7 hari (Sumber: Pixabay/Alexandra_Koch)

Pada tahap awal, fokus utama adalah penyesuaian. Gunakan lampu senter atau lampu darurat, bukan lilin, untuk mencegah kebakaran.

Aktifkan mode hemat daya pada ponsel dan batasi penggunaannya hanya untuk keperluan penting.

Siapkan baterai cadangan, power bank, serta radio berbasis baterai. Secara psikologis, masyarakat masih relatif stabil, namun kebiasaan digital perlu mulai dikendalikan.

Baca Juga: Benarkah Listrik Bakal Padam Selama 7 Hari di Indonesia? Simak Tips dan Alat Wajib untuk Bertahan Hidup

Hari 3–4: Fase Kritis Logistik

Memasuki hari ketiga, dampak mulai terasa signifikan. ATM dan pembayaran digital berpotensi tidak berfungsi, pom bensin bisa berhenti beroperasi, dan pasokan makanan segar terganggu.

Masyarakat disarankan menyiapkan air bersih minimal 3-5 liter per orang per hari dan mengandalkan makanan tahan lama.

Komunikasi langsung dengan tetangga menjadi penting, karena solidaritas sosial sering kali menjadi faktor penentu ketahanan.

Hari 5–7: Fase Bertahan dan Keamanan

Jika blackout berlanjut hingga sepekan, risiko keamanan meningkat. Akses informasi resmi terbatas dan potensi konflik sosial bisa muncul.

Dengarkan radio lokal untuk mendapatkan pengumuman otoritas, hindari menyebarkan rumor, serta tingkatkan kewaspadaan lingkungan melalui ronda warga.

Menjaga kesehatan fisik dan mental tetap menjadi prioritas.

Kebutuhan Dasar yang Harus Diprioritaskan

  1. Air Bersih

Air menjadi kebutuhan paling krusial. Tanpa listrik, pompa air dan sistem distribusi bisa terganggu. Idealnya, setiap orang menyiapkan cadangan air minum 2-3 liter per hari untuk kebutuhan 3-7 hari.

Gunakan jerigen atau galon tertutup, dan siapkan alat filtrasi sederhana atau tablet pemurni air.

  1. Makanan Tahan Lama

Berita Terkait


News Update