POSKOTA.CO.ID - Gangguan listrik berskala besar bukan lagi sekadar skenario fiksi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemadaman listrik terjadi di berbagai negara dan langsung melumpuhkan aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi, transportasi, hingga layanan kesehatan.
Hingga saat ini, pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait darurat pemadaman listrik selama 7 hari. Namun, hal ini mungkin saja terjadi, untuk kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi hal penting yang harus dipahami setiap individu, keluarga, dan komunitas.
Mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, mengingatkan bahwa krisis bisa datang tiba-tiba, termasuk dalam bentuk pemadaman listrik panjang.
Ia menekankan bahwa masyarakat tidak boleh bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah, melainkan harus mampu bertahan secara mandiri setidaknya selama tujuh hari pertama masa krisis.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Panic Kit Jadi Kunci Bertahan Hidup Saat Listrik Padam
Menurut Pongrekun, setiap keluarga sebaiknya memiliki panic kit atau perlengkapan yang siap digunakan kapan saja. Perlengkapan ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa-masa kritis ketika listrik dan layanan publik belum kembali normal.
Panic kit tersebut setidaknya berisi:
- Makanan tahan lama.
- Obat-obatan penting.
- Air minum cadangan.
- Alat penerangan (senter dan baterai).
- Alat komunikasi seperti radio atau ponsel darurat.
- Power bank untuk menjaga perangkat tetap hidup.
Dengan persiapan ini, keluarga bisa tetap bertahan meski listrik padam berhari-hari. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal keselamatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari ketahanan nasional.
Jika masyarakat mampu bertahan dan tidak panik, maka dampak krisis bisa ditekan dan proses pemulihan akan lebih cepat.
Baca Juga: Pemadaman Listrik 6 Hari Kapan Berlangsung? Cek Titik Lokasi dan Jadwalnya
Edukasi dan Latihan Darurat Perkuat Ketahanan Keluarga
Imbauan dari Pongrekun tersebut, menyadarkan kita untuk pentingnya menghadapi situasi ini jika benar-benar terjadi. Dengan begitu, informasi seputar edukasi dan latihan darurat untuk sebagai dasar ilmu bertahan hidup.
