55 Rumah di Kebon Baru Jaksel Terancam Longsor, 6 Kontrakan Rusak di Bantaran Kali Ciliwung

Sabtu 07 Mar 2026, 18:42 WIB
Rumah kontrakan di Tebet, Jakarta Selatan roboh akibat tanah longsor pada Jumat, 6 Maret 2026. (Sumber: Istimewa)

Rumah kontrakan di Tebet, Jakarta Selatan roboh akibat tanah longsor pada Jumat, 6 Maret 2026. (Sumber: Istimewa)

TEBET, POSKOTA.CO.ID - Puluhan rumah warga di Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dilaporkan berada dalam kondisi rawan longsor karena berdiri persis di bantaran Kali Ciliwung. Sebagian bangunan bahkan berada di tepi jurang sehingga meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tepatnya di RT 06 RW 08 Jalan X, rumah-rumah warga hanya dipisahkan pagar sederhana dari tepi kali.

Kondisi ini membuat bangunan terlihat sangat rentan, terutama saat debit air meningkat atau tanah mengalami pengikisan.

Ketua RT 06 RW 08, Irmawati, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan yang telah dilakukan, terdapat sekitar 55 bidang rumah warga yang berada tepat di pinggir jurang atau bantaran kali.

Baca Juga: 6 Rumah Kontrakan Hancur Akibat Longsor di Tebet Jaksel, BPBD Lakukan Penanganan

“Kalau khusus di RT 06 itu ada sekitar 55 bidang yang rencananya akan dibebaskan,” ujar Irmawati saat ditemui pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 15 rumah berada di area paling dekat dengan aliran Kali Ciliwung dan menjadi prioritas rencana pembebasan lahan.

“Untuk yang benar-benar di pinggir kali itu ada sekitar 15 rumah yang rencananya akan dibebaskan,” tambahnya.

Warga Sudah Lama Didata, Belum Ada Kepastian Eksekusi

Kondisi bangunan rumah kontrakan pasca kejadian longsor di Jalan X RT 06 RW 08 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Baca Juga: 6 Rumah Kontrakan di Tebet Jakarta Selatan Rusak Akibat Longsor, Penghuni Ceritakan Tanda-tanda sebelum Kejadian

Irmawati menjelaskan bahwa rencana pembebasan lahan sebenarnya sudah lama dibahas dan warga juga telah melalui proses pendataan. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan realisasi atau eksekusi pembebasan tersebut dilakukan.

Menurutnya, isu penggusuran atau relokasi sudah berulang kali muncul setiap pergantian kepala daerah, tetapi belum pernah benar-benar direalisasikan.


Berita Terkait


News Update