JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD Jakarta menyoroti kesiapan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang bertugas memberantas nyamuk pembawa Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian menekankan, keberadaan Jumantik menjadi kunci utama dalam pengendalian DBD.
"Harusnya pasukan itu sudah siap siaga dan mampu mengatasi masalah tersebut sebelum jadi wabah," kata Justin kepada Poskota, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, pasukan tersebut berada di tingkat kelurahan ke bawah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menganggarkan Rp21,5 milliar untuk Jumantik.
"Para petugas juga harus disediakan dengan peralatan-peralatan yang memadai. Yang mana, tanpa itu semua sudah pasti mereka akan kesulitan saat menghadapi masalah di lapangan," ujarnya.
Ia berujar, seluruh anggaran yang digunakan berasal dari uang pajak masyarakat, sehingga sudah sepatutnya dikembalikan dalam bentuk pelayanan maksimal.
"Kembali lagi, anggaran yang dibayar oleh uang pajak masyarakat itu harus melayani warga dengan sebaik-baiknya," ucapnya.
Di samping itu, Pemprov Jakarta diminta untuk rutin melakukan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, dan membuang genangan kotor sebagai langkah pencegahan DBD.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
"Tapi Pemprov-nya malah pasif berharap masyarakat bisa mengatasi permasalahannya sendiri. Sebaliknya, Pemprov DKI perlu bersikap proaktif, caranya ya melalui jumantik ini," tuturnya. (cr-4)
