POSKOTA.CO.ID - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak malam hingga pagi hari kembali memicu banjir di sejumlah kawasan, Minggu, 18 Januari 2026.
Genangan air terpantau masih terjadi di beberapa wilayah Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, dengan ketinggian bervariasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pembaruan terbaru, sejumlah Rukun Tetangga (RT) masih terendam banjir akibat luapan air dan tingginya curah hujan.
Petugas gabungan terus melakukan pemantauan lapangan serta penanganan darurat untuk memastikan keselamatan warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, banjir terjadi di Kelurahan Kedaung Kali Angke.
Tiga RT terdampak banjir cukup parah, yakni RT 001 RW 005, RT 003 RW 005, dan RT 002 RW 005.
Di lokasi tersebut, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter. Genangan ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama di permukiman padat penduduk.
Di Jakarta Utara, banjir juga merendam satu RT di Kelurahan Ancol. Tepatnya di RT 005 RW 008, ketinggian air terpantau sekitar 25 sentimeter.
Meski tidak setinggi wilayah Jakarta Barat, genangan air tetap memengaruhi mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
BPBD bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan guna mencegah genangan bertambah parah.
Sementara itu, Jakarta Timur turut dilanda banjir di Kelurahan Rawa Terate. Dua RT yang terdampak adalah RT 010 RW 005 dan RT 009 RW 005, dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 40 sentimeter.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyampaikan curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dan dapat memicu dampak lanjutan, termasuk risiko bencana hidrometeorologi.
"Risiko Banjir, banjir rob, tanah longsor, dan angin kencang menjadi ancaman utama di wilayah DKI Jakarta," ungkapnya.
Baca Juga: Banjir Rendam 569 Rumah di Kabupaten Serang, BPBD Catat 695 KK Terdampak
Cara Pantau Banjir Jakarta Hari Ini
Untuk memantau masyarakat perkembangan banjir Jakarta melalui sejumlah kanal resmi dan aplikasi digital berikut.
1. Aplikasi JAKI
Aplikasi Jakarta Kini (JAKI) menyediakan layanan informasi banjir berbasis RT. Pengguna cukup membuka aplikasi JAKI, lalu memilih menu Peta Info Banjir RT untuk melihat data wilayah terdampak secara rinci.
Melalui peta ini, warga dapat mengetahui daftar RT yang terdampak banjir beserta ketinggian genangan air secara aktual.
2. Info Banjir BPBD Jakarta
BPBD DKI Jakarta juga menyediakan data banjir secara real-time melalui situs resminya.
Pada laman infobanjir.bpbd.jakarta.go.id, masyarakat dapat memantau jumlah RT terdampak, sebaran wilayah tergenang, hingga tinggi muka air di berbagai pos pantau.
Situs ini menjadi rujukan utama untuk mendapatkan informasi resmi terkait kondisi banjir di Jakarta.
Baca Juga: Satgas PKH Identifikasi Puluhan Perusahaan Diduga Picu Banjir dan Longsor di Sumatra
3. Google Maps
Selain kanal resmi pemerintah, Google Maps dapat dimanfaatkan untuk melihat laporan pengguna terkait banjir atau hambatan jalan.
Aplikasi tersebut juga membantu pengguna menemukan rute alternatif untuk menghindari jalur yang terdampak genangan.
4. Peta Pantau Banjir Jakarta
Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan Peta Informasi Banjir Berbasis RT melalui situs Pantau Banjir Jakarta.
Peta interaktif ini menampilkan lokasi RT terdampak, ketinggian genangan, serta status banjir yang diperbarui secara berkala.
Layanan itu dapat diakses melalui laman resmi pantaubanjir.jakarta.go.id, dan menjadi salah satu sumber informasi banjir paling lengkap di Jakarta.
