KENDAL, POSKOTA.CO.ID - Perjalanan kereta api di jalur Pantura, Jawa Tengah, terganggu banjir yang merendam lintasan rel di Kabupaten Kendal, Kamis, 15 Januari 2026.
Luapan air terjadi pada petak jalan antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri menyusul hujan deras di wilayah tersebut sejak Kamis, 15 Januari 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengonfirmasi gangguan tersebut mengakibatkan 18 perjalanan kereta api antarkota dari arah barat ke timur maupun sebaliknya harus dihentikan sementara.
Penghentian dilakukan sebagai langkah pengamanan, karena kondisi rel terendam air hingga batas kepala rel dan terjadi gogosan yang berpotensi membahayakan perjalanan.
Baca Juga: Banjir Rendam 569 Rumah di Kabupaten Serang, BPBD Catat 695 KK Terdampak
“Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai langkah pengamanan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama,” kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resmi, Jumat, 16 Januari 2026.
Menurut Anne, waktu keterlambatan bervariasi, mulai sekitar 8 menit hingga 2,5 jam. Keterlambatan disebabkan pengaturan ulang perjalanan serta antrean kereta yang menunggu jalur dinyatakan aman untuk dilintasi.
Pihaknya mengerahkan petugas ke lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat. Seiring menurunnya curah hujan, jalur antara Stasiun Kaliwungu dan Stasiun Kalibodri kembali dapat dilalui pada Jumat dini hari.
Meski begitu, perjalanan kereta api di lintasan tersebut masih diberlakukan pembatasan kecepatan maksimal 40 km per jam.
“Perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Tengah berangsur kembali normal. Petugas tetap melakukan pemantauan serta perbaikan lanjutan agar pelayanan kepada pelanggan berjalan lancar,” ucapnya.
