Indonesia Berapa Jam? Simak Daftar Negara dengan Puasa Terpendek 2026

Selasa 24 Feb 2026, 08:20 WIB
Indonesia berapa jam? simak daftar negara dengan puasa terpendek di 2026 (Sumber: Pinterest)

Indonesia berapa jam? simak daftar negara dengan puasa terpendek di 2026 (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Perbedaan durasi puasa antarnegara kembali menjadi sorotan setiap memasuki bulan suci Ramadhan.

Faktor geografis, posisi terhadap garis khatulistiwa, serta panjang waktu siang menjadi penentu utama lamanya umat Islam menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga matahari terbenam.

Pada Ramadhan 2026, sejumlah negara tercatat memiliki waktu puasa paling singkat di dunia. Bahkan, ada yang kurang dari 12 jam.

Data ini menjadi perhatian karena kontras dengan beberapa wilayah lain yang menjalani puasa lebih lama akibat durasi siang yang panjang.

Baca Juga: Ide Menu Sahur Puasa Ramadhan Praktis Cuma 5 Menit, Anti Ribet!

Daftar Negara dengan Durasi Puasa Terpendek di Dunia

Ilustrasi. Durasi puasa terpendek di dunia. (Sumber: Freepik)

Dilansir dari akun Instagram @Seasia.stats, berikut daftar negara dengan durasi puasa tercepat pada Ramadan 2026:

  • Finlandia - 11 jam 53 menit
  • Rusia - 12 jam
  • Britania Raya - 12 jam 8 menit
  • Spanyol - 12 jam 23 menit
  • Turki - 12 jam 23 menit
  • Amerika Serikat - 12 jam 25 menit
  • Jepang - 12 jam 30 menit
  • Pakistan - 12 jam 30 menit
  • Arab Saudi - 12 jam 42 menit
  • Kenya - 13 jam 19 menit

Sementara itu, beberapa negara lain mencatat durasi puasa yang lebih panjang, seperti:

  • Selandia Baru - 14 jam 50 menit
  • Afrika Selatan - 14 jam 13 menit
  • Brasil - 13 jam 47 menit

Negara-negara tersebut mengalami waktu siang yang lebih panjang, sehingga durasi puasa berlangsung lebih lama dari fajar hingga matahari terbenam.

Baca Juga: Bolehkah Pasutri Berhubungan Intim di Siang Ramadhan Jika Tidak Puasa? Ini Penjelasan Hukumnya

Mengapa Durasi Puasa Berbeda-beda?

Perbedaan durasi puasa di setiap negara tidak lepas dari faktor astronomis dan geografis. Posisi suatu wilayah terhadap garis khatulistiwa serta pergerakan semu matahari menjadi faktor utama.

Negara-negara yang berada di lintang tinggi baik di belahan bumi utara maupun selatan mengalami variasi panjang siang dan malam yang cukup ekstrem, terutama saat pergantian musim. Ketika musim semi atau panas, durasi siang menjadi lebih panjang, sehingga waktu puasa ikut bertambah.


Berita Terkait


News Update