Keutamaan Shalat Tarawih, Ibadah Malam yang Menjadi Ruh Ramadhan

Selasa 24 Feb 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi. Keutamaan shalat tarawih, ibadah malam yang menjadi ruh ramadhan (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi. Keutamaan shalat tarawih, ibadah malam yang menjadi ruh ramadhan (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

POSKOTA.CO.ID - Ramadhan bukan hanya bulan puasa, tetapi juga momentum menghidupkan malam dengan ibadah sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT.

Salah satu amalan utama yang menjadi ciri khas bulan suci ini adalah shalat Tarawih.

Ibadah ini dikenal sebagai ruh atau jiwa Ramadhan karena hanya dikerjakan secara khusus di bulan penuh berkah tersebut.

Melansir ceramah Ustadz Ady Kurniawan Al Asyrofi. Berikut Keuatamaan shalat tarawih.

Baca Juga: Agar Puasa Tidak Sia-Sia, Ini 5 Nasihat Penting Buya Yahya di Bulan Ramadhan

Makna dan Asal Kata Shalat Tarawih

Ilustrasi. Shalat tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Secara bahasa, kata tarawih berasal dari kata “tarwīh” yang berarti istirahat. Dalam praktiknya, shalat ini memang dilakukan dengan jeda istirahat di antara beberapa rakaat.

Sebagian ulama juga menyebut asal katanya dari “murāwahah” yang bermakna mengulang-ulang, karena gerakan shalat dilakukan berulang dalam rakaat yang cukup banyak.

Secara istilah, shalat Tarawih adalah bagian dari qiyam Ramadhan atau shalat malam yang dikerjakan khusus pada bulan Ramadhan setelah shalat Isya.

Dalil Shalat Tarawih dalam Hadits

Baca Juga: Buka Puasa Pakai Makanan Berat? Begini Saran Dokter Tirta

Shalat Tarawih memiliki dasar yang kuat dalam sunnah Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan sebagai berikut:

إِنَّ رَمَضَانَ شَهْرٌ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَهُ، وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا

Artinya: Ramadhan sejatinya adalah bulan dimana Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa yang berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka ia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sama pada hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Ahmad)


Berita Terkait


News Update