Semangat Ramadan di Panguseupan, Ratusan Anak Antusias Ikuti Pesantren Kilat Gratis

Selasa 24 Feb 2026, 07:58 WIB
Ratusan anak-anak di Kampung Panguseupan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang saat mengikuti kegiatan pesantren kilat. (Sumber: Panitia Pesantren Kilat)

Ratusan anak-anak di Kampung Panguseupan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Pandeglang saat mengikuti kegiatan pesantren kilat. (Sumber: Panitia Pesantren Kilat)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Suasana malam Ramadhan di Kampung Panguseupan, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, terasa lebih hidup dari biasanya. Selepas salat Tarawih, ratusan anak berbondong-bondong menuju Masjid Al-Mustaghfirin. Dengan membawa Al-Qur’an dan perlengkapan belajar, mereka mengikuti rangkaian kegiatan pesantren kilat yang menjadi agenda tahunan warga setempat.

Program yang diinisiasi oleh para relawan pemuda kampung ini diikuti pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Antusiasme peserta terlihat sejak malam pembukaan, dengan jumlah kehadiran mencapai lebih dari 200 anak.

Ketua pelaksana kegiatan, Adi Ilham, mengatakan pesantren kilat bertujuan membentuk generasi muda yang berkarakter Islami dan berpegang teguh pada nilai-nilai tauhid. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyegarkan kembali pelajaran agama yang telah diperoleh di sekolah.

Baca Juga: Keutamaan Shalat Tarawih, Ibadah Malam yang Menjadi Ruh Ramadhan

“Pembelajaran yang mereka dapat di sekolah kami matangkan kembali melalui kegiatan pesantren kilat selama malam Ramadan,” ujar Adi.

Pesantren kilat tahun ini berlangsung mulai 20 Febuari hingga 15 Maret 2026. Kegiatan dilaksanakan setiap malam dengan pembagian waktu belajar yang terstruktur. Pada pukul 21.00–22.00 WIB, peserta mendapatkan materi tauhid dan fiqih. Selanjutnya, pukul 22.00–23.00 WIB diisi dengan pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Materi yang diberikan mencakup fiqih, akidah akhlak, tauhid, praktik salat, serta peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an. Seluruh kegiatan dipandu oleh relawan dan pengajar dari lingkungan sekitar.

Menurut Adi, perkembangan jumlah peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2021 hanya diikuti belasan anak, kini jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 200 peserta pada malam pembukaan.

Baca Juga: Ramadhan di Jakarta: Ini Lokasi Rawan Macet Sore Hari yang Harus Dihindari

“Ini menunjukkan bahwa kegiatan pesantren kilat sangat dibutuhkan dan mendapat sambutan baik dari masyarakat,” katanya.


Berita Terkait


News Update