“Kalau untuk kondisi sekarang ini sangat prihatin, karena semenjak kebakaran ya jadi sepi,” kata Tino, pedagang pakaian di Pasar Taman Puring, Rabu.
Tino mengatakan, pascakebakaran, pedagang memilih tetap berjualan dengan mendirikan tenda darurat.
Ia mengaku, saat hujan turun, terpaksa menutup dagangannya menggunakan terpal atau plastik besar agar tidak rusak.
“Ya kalau ujan kita tutup pakaian kita palai terpal, ya jadi enggak bisa berjualan,” ucap dia.
Baca Juga: Kebakaran di Mall Sarinah, Manajemen Pastikan Operasional Tidak Terganggu
Tino menyebut kebakaran Pasar Taman Puring pada akhir Juli 2025 menyebabkan kerugian sekitar Rp150 juta. Seluruh dagangan pakaian dan kiosnya hangus terbakar.
Ia mengungkapkan, penjualan pakaian miliknya turun hingga 75 persen setelah peristiwa tersebut.
“Kalau untuk penjualan sekarang ini, 75 persen menurun mah ada setelah kejadian kebakaran,” ungkapnya.
Tino berharap pemerintah segera membangun kembali kios Pasar Taman Puring agar pedagang dapat kembali berjualan dengan layak.
“Harapannya sih bisa dibangun kembali, biar kami juga bisa berjualan enak. Kami siap jika harud bayar retribusi asalkan sesuai,” ucap Tino.
