POSKOTA.CO.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, perdebatan soal mana yang lebih menguntungkan antara emas dan Bitcoin kembali mencuat, terutama di tengah kekhawatiran inflasi global, gejolak ekonomi, dan ketidakpastian pasar.
Banyak investor kini mulai menimbang kembali pilihan aset aman (safe haven) untuk melindungi nilai kekayaan mereka.
Emas selama ini dikenal sebagai aset klasik yang stabil, sedangkan Bitcoin menawarkan potensi pertumbuhan agresif berkat teknologi blockchain.
Agar kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih tepat, berikut perbandingan lengkap antara emas dan Bitcoin seperti dilansir dari situs resmi Sahabat Pegadaian:
Baca Juga: Bitcoin Anjlok ke US$86.000: Tiga Faktor Utama Pendorong Koreksi Pasar Kripto
Latar belakang emas dan bitcoin
Banyak analis memprediksi potensi resesi global akibat pandemi dan kebijakan moneter yang longgar. Inflasi tinggi membuat investor mencari aset lindung nilai, salah satunya emas dan bitcoin.
- Emas: Stabil dalam jangka panjang, digunakan di berbagai industri, dan nilainya tahan terhadap inflasi.
- Bitcoin: Aset digital berbasis blockchain dengan kecepatan transaksi tinggi serta potensi keuntungan besar.
Baca Juga: 5 Kelebihan Trading Bitcoin Futures
Keunggulan
1. Transparansi, Keamanan, dan Legalitas
- Emas: Perdagangan mapan, sulit dipalsukan, dan legal di seluruh dunia.
- Bitcoin: Transaksi terenkripsi dengan sistem blockchain terdesentralisasi.
2. Kelangkaan dan Keterbatasan
- Emas: Sumber daya alam terbatas.
- Bitcoin: Total suplai hanya 21 juta unit, habis ditambang sekitar tahun 2140.
3. Nilai Dasar
- Emas: Digunakan di industri perhiasan, elektronik, dan kesehatan.
- Bitcoin: Menawarkan kemudahan transaksi global dan inovasi blockchain.
Baca Juga: 3 Pemegang Aset Bitcoin Terbesar di Dunia: Satoshi Nakamoto hingga Korporasi
